Apa pun yang dipancarkan dari hati
Akan menemukan jalan untuk kembali
Apakah itu cinta, benci, atau dendam
Akan kembali dengan cara diam-diam
Ketika kita menanam getaran kasih
Alam semesta menyiapkan gema kasih
Ketika kita menabur keikhlasan
Kehidupan pun menggandakan keindahan
Namun, jika yang dipancarkan adalah amarah,
iri, dengki, atau kebencian
Akan tercipta frekuensi yang searah
Semesta pun memantulkan frekuensi kebuntuan
Seperti air yang keruh
tak bisa memantulkan cahaya
Begitu pula hati yang sibuk mengeluh
Tak bisa menerima karunia Sang Pencipta
Getaran keberkahan yang akan datang
Semua menjadi terhalang
Karena hati tak tenang,
pikiran pun tak lapang
Saat hati bersih dari prasangka
Pintu-pintu karunia akan terbuka
Tidak lagi mengejarnya dengan kegelisahan
Tetapi mengundangnya dengan ketenangan
Malang, 2 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Waspada Meluasnya Banjir Rob, Ancaman Nyata di Pesisir Nusantara
Anak Titipan Semesta
Benteng Pesisir, Strategi Komprehensif Mencegah dan Mengatasi Banjir Rob
Mutiara Pagi: Diam pun Doa (Bagian 2013)
Kang Lepi Apresiasi Gubernur KDM Percepat Pembangunan Jalan di Cianjur
Pengunduran Diri Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur Picu Sorotan, Poslogis: Bupati Harus Buktikan Janji Integritas KPK
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sekaligus Ketua Gapoktan Sukaluyu Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Dirinya
Mutiaran Pagi: Lautan Ilmu (Bagian 2014)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Bencana, Cermin Keretakan Hubungan Manusia dengan Alam (Bagian 11)
Mutiara Pagi: Dunia Luar (Bagian 2015)