Manusia hidup di dunia
Bukan sebagaimana adanya
Tergantung pola pikir mereka
Dan bagaimana cara memaknainya
Dunia luar adalah cermin
Yang ada di dalam batin
Tersusun dari pikiran,
serta perasaan dan keyakinan
Pikiran ibarat pena,
menulis garis kehidupan
Menoreh nasib manusia
Menggores takdir di lembar harapan
Perasaan adalah tinta,
memberi warna pada guratan
Kadang lembut bagai cahaya
Kadang pekat oleh kegelapan
Keyakinan adalah tangan,
menggenggam pena kehidupan
Dengannya huruf bisa bertahan
Arah pun tak kehilangan tujuan
Jika pikiran adalah benih
Maka rasa adalah airnya
Keyakinan adalah tanah yang dipilih
Tempat tanaman tumbuh di atasnya
Malang, 1 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Waspada Meluasnya Banjir Rob, Ancaman Nyata di Pesisir Nusantara
GenZi Berdampak Gelar Sekolah Legislator Cianjur, Dorong Partisipasi Gen Z dalam Dunia Politik
Mutiara Pagi: Doa Tukang Perahu (Bagian 2012)
Gegara Mandeknya Revisi Perda PDRD, Pembahasan RAPBD 2026 Cianjur Terancam Molor; Bupati Terancam Sanksi Keras Kemendagri & Kemenkeu
Mutiara Pagi: Diam pun Doa (Bagian 2013)
Kang Lepi Apresiasi Gubernur KDM Percepat Pembangunan Jalan di Cianjur
Pengunduran Diri Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur Picu Sorotan, Poslogis: Bupati Harus Buktikan Janji Integritas KPK
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Sekaligus Ketua Gapoktan Sukaluyu Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Dirinya
Mutiaran Pagi: Lautan Ilmu (Bagian 2014)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Bencana, Cermin Keretakan Hubungan Manusia dengan Alam (Bagian 11)