Anak Titipan Semesta

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 1 November 2025 | 10:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat bersama anak anak siswa sekolah rakyat, menegaskan pendidikan sebagai fondasi penting untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu mengelola kekayaan bangsa (Setpres BPMI)
Presiden Prabowo Subianto saat bersama anak anak siswa sekolah rakyat, menegaskan pendidikan sebagai fondasi penting untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu mengelola kekayaan bangsa (Setpres BPMI)

Oleh: Yudi Latif

Aku menitipkan anak-anakku kepada asuhan Ibu Semesta. Kepada Engkau yang mengasuh segala benih dengan cahaya dan air mata, yang mengajarkan pada batu arti kesabaran, pada rumput arti keteguhan, pada bintang arti kesetiaan berpijar.

Sebab aku tahu mereka tidak sepenuhnya milikku. Mereka datang melalui doa pengharapanku, namun dibentuk oleh kehendak rancangan agung: oleh cinta yang menata galaksi, meniupkan kehidupan ke setiap rongga napas, dan menulis kisah tiap makhluk di hamparan ketakterhinggaan sang waktu.

Aku hanyalah rahim sementara, tempat mereka singgah dan belajar tentang pelukan, tentang arti kehilangan, tentang terbatasnya tangan manusia.

Aku hanyalah musim singkat yang memberi teduh, sementara semesta menyiapkan mereka menjadi pohon yang akarnya menyentuh inti bumi, dan rantingnya menjemput cahaya bintang.

Sering aku merasa gagal suaraku tak selalu bijak, cintaku kerap tergelincir oleh takut dan lelah. Namun aku percaya, tiada guru sebijak air, penuntun sesabar bumi, dan pelukan seluas langit.

Maka, Ibu Semesta, dekaplah anak-anakku sebagaimana engkau memeluk fajar. Bisikkan pada mereka bahasa angin agar tahu berkelana tanpa kehilangan arah; teteskan rahasia hujan agar tahu memberi tanpa menuntut kembali.

Berkatilah langkah mereka dengan keteguhan batu yang menahan segala luka, keberanian api yang menyalakan hidup, dan kejernihan air yang selalu menemukan jalan pulang. Dan ketika mereka menatap dunia, biarlah dunia melihat pantulan kasih-Mu di mata mereka setiap langkah menjadi syukur, setiap luka menjadi pengertian, setiap keberhasilan menjadi persembahan tanpa pongah.

Jika suatu hari aku tak lagi mampu menggandeng tangan mereka, biarlah kasih-Mu yang menuntun di jalan yang tak kupahami. Lindungilah hati mereka dari kerasnya dunia, agar tetap lembut seperti mata air yang memberi hidup. Jadikan mereka jiwa yang menebar terang, hingga dunia tahu mereka adalah titipan cinta-Mu yang tumbuh dalam damai di pangkuan Semesta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X