Akhirnya, kehidupan ini hanya akan bermakna ketika kita meninggalkan jejak kebaikan, bukan kesombongan.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat takbur. Jadikanlah hati kami lembut dalam ketundukan, dan izinkan kami berpulang kepada-Mu dengan jiwa yang tenang, yang hanya membawa amal dan cinta-Mu sebagai bekal.
اللهم ارحمنا فأنت خير الراحمين ، وارزقنا فأنت خير الرازقين ، واغفر لنا فأنت خير الغافرين ، وانصرنا فأنت خير الناصرين .
”Ya Allah, rahmatilah kami, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rezeki, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki. Ampunilah kami, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi ampunan. Dan tolonglah kami, karena Engkaulah sebaik-baik penolong.
Artikel Terkait
Bela Negara Adalah Bela Rumah Keluarga Bangsa
Pertama di Indonesia, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Bandung Sulap Limbah Jelantah jadi Rupiah
Langit Menangis, Bumi Merindu, Jiwa-Jiwa Bersaksi
Berlomba-lomba Meraih Pahala
Keutamaan Bacaan Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah
Mutiara Pagi: Penderitaan Terbesar (Bagian 1717)
Mahasiswa dan Idealisme: Komitmen Moral untuk Kemajuan
Pelita: Menyalakan Semangat Literasi di Kampus STAI Al-Azhary Cianjur
Pramuka: Pilar Pembentukan Generasi Emas Bangsa
Hari Ibu di Tengah Ancaman Penggerus Masa Depan