Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 22 Desember 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Jalan hidup weton Jumat Pon menurut primbon Jawa, ini penjelasannya (Foto Freepik)
Ilustrasi - Jalan hidup weton Jumat Pon menurut primbon Jawa, ini penjelasannya (Foto Freepik)

Solusi Mengatasi Sifat Takbur

1. Memahami Hakikat Kehidupan

Allah mengingatkan manusia tentang asal dan akhir hidupnya:
"وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ."
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati tanah."
(QS. Al-Mu’minun: 12).

Manusia berasal dari tanah yang hina, dan kelak akan kembali menjadi tanah. Kesadaran ini mengajarkan kerendahan hati.

2. Membiasakan Sikap Tawadhu

Tawadhu’ adalah kebalikan dari takbur, yaitu sifat rendah hati dan menghormati orang lain. Rasulullah SAW. bersabda:
"وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ."
"Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya."
(HR. Muslim, no. 2588).

Tawadhu’ tidak mengurangi kehormatan, tetapi justru meninggikan derajat seseorang di hadapan Allah dan manusia.

3. Mengingat Bahaya Kesombongan

Merenungi bahaya kesombongan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits dapat melemahkan dorongan untuk takbur. Nabi SAW. bersabda:
"يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ."
"Orang-orang yang sombong akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam bentuk kecil seperti semut, tetapi menyerupai manusia."
(HR. At-Tirmidzi, no. 2492).

4. Banyak Beristighfar dan Mengingat Kematian

Beristighfar membersihkan hati dari penyakit takbur, sementara mengingat kematian melembutkan hati. Allah berfirman:
"وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ."
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi."
(QS. Ali Imran: 133).

Rasulullah SAW.juga bersabda:
"أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ."
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian)."
(HR. At-Tirmidzi, no. 2307).

5. Mencari Ilmu dan Berkumpul dengan Orang Shalih

Ilmu dan lingkungan yang baik dapat menumbuhkan kerendahan hati. Allah berfirman:
"هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ."
"Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
(QS. Az-Zumar: 9).

Ulama juga menegaskan pentingnya berkumpul dengan orang shalih untuk menjaga hati dari sifat buruk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X