Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 22 Desember 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Jalan hidup weton Jumat Pon menurut primbon Jawa, ini penjelasannya (Foto Freepik)
Ilustrasi - Jalan hidup weton Jumat Pon menurut primbon Jawa, ini penjelasannya (Foto Freepik)

Hadits ini menunjukkan bahwa takbur adalah salah satu sifat yang sangat tercela dan berbahaya, bahkan menjadi penghalang masuk surga.

Penyebab Sifat Takbur

Sifat takbur tidak muncul begitu saja, melainkan berakar dari berbagai faktor yang mengakar dalam jiwa manusia.

Faktor-faktor ini bersumber dari kelemahan diri, pemahaman yang salah tentang hakikat kehidupan, serta godaan setan. Berikut adalah beberapa penyebab utama sifat takbur:

1. Kelebihan dalam Harta, Ilmu, atau Kedudukan

Orang yang memiliki kelebihan, baik dalam harta, ilmu, atau kedudukan, sering kali tergoda untuk merasa lebih unggul daripada orang lain. Ia lupa bahwa semua yang dimilikinya hanyalah titipan Allah yang dapat diambil kapan saja. Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
"إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا."
"Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri."
(QS. An-Nisa: 36).

Kisah Qarun dalam Al-Qur’an menjadi contoh nyata. Qarun takbur karena harta yang melimpah, hingga Allah membinasakannya:
"فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ."
"Maka Kami benamkan dia dan rumahnya ke dalam bumi."
(QS. Al-Qasas: 81).

2. Merasa Diri Lebih Baik dari Orang Lain

Sikap ini sering muncul dari kesalahpahaman tentang nilai diri. Iblis menjadi contoh utama dalam hal ini. Ia menolak sujud kepada Adam karena merasa dirinya lebih mulia:
"قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ."
"Iblis berkata, 'Aku lebih baik darinya. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.'"
(QS. Al-A’raf: 12).

3. Kurangnya Kesadaran Akan Hakikat Kehidupan

Takbur sering kali muncul karena seseorang lupa akan asal-usul dirinya. Manusia yang diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah seharusnya tidak memiliki alasan untuk menyombongkan diri. Allah berfirman:
"مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ."
"Dari tanah (bumi) itu Kami menciptakan kamu, ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu."
(QS. Thaha: 55).

4. Terpengaruh oleh Godaan Setan

Setan senantiasa menggoda manusia untuk merasa lebih hebat dari orang lain. Ia menanamkan rasa bangga yang berlebihan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
"فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ."
"Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan menghiasi mereka (manusia) dengan keindahan dunia."
(QS. Al-Hijr: 39).

5. Kebiasaan Memuji Diri Sendiri

Orang yang terbiasa memuji diri sendiri dan mencari pengakuan dari orang lain akan mudah terjebak dalam sifat takbur. Padahal Allah melarang manusia untuk menyucikan dirinya sendiri:
"فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ."
"Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa."
(QS. An-Najm: 32).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X