Jalan Menuju Kebeningan Jiwa dan Keberkahan Hidup

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 22 Desember 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Jalan hidup weton Jumat Pon menurut primbon Jawa, ini penjelasannya (Foto Freepik)
Ilustrasi - Jalan hidup weton Jumat Pon menurut primbon Jawa, ini penjelasannya (Foto Freepik)

6. Lupa akan Kematian dan Hari Akhir

Sifat takbur sering kali muncul karena manusia lupa bahwa hidup ini hanya sementara. Ketika seseorang selalu mengingat kematian, ia akan menyadari bahwa tidak ada yang patut disombongkan, karena semuanya akan ditinggalkan. Rasulullah SAW. bersabda:
"أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ."
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian)."
(HR. At-Tirmidzi, no. 2307).

7. Rasa Iri dan Dengki

Orang yang iri terhadap kelebihan orang lain sering kali mencoba menutupi perasaannya dengan sikap sombong. Ia berusaha menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dari orang yang ia irikan, sehingga menanamkan benih takbur di dalam hatinya.

Karena itu ,Sifat takbur adalah cerminan dari kelemahan dan ketidaksempurnaan manusia. Menyadari penyebabnya adalah langkah awal untuk melawannya. Dengan tawadhu’, mengingat kematian, dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, manusia dapat menghindari sifat tercela ini dan membangun hati yang bersih serta kehidupan yang penuh berkah.

Bahaya dan Dampak Takbur

1. Takbur Menghalangi Kebenaran

Orang yang takbur cenderung menolak kebenaran karena merasa dirinya paling benar. Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan bahwa sifat ini adalah karakter utama Iblis:
"قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ."
"Iblis berkata, 'Aku lebih baik darinya. Engkau menciptakanku dari api sementara dia Engkau ciptakan dari tanah.'"
(QS. Al-A'raf: 12).

Iblis merasa lebih mulia daripada Adam karena asal penciptaannya, sehingga menolak perintah Allah. Ini menunjukkan bahwa takbur adalah akar dari pembangkangan terhadap kebenaran.

2. Merusak Kehidupan Sosial

Sifat takbur memicu permusuhan, kebencian, dan keretakan hubungan sosial. Orang sombong cenderung merendahkan orang lain dan menciptakan jarak dalam interaksi sosial. Allah mengingatkan:
"وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا."
"Janganlah engkau berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya engkau tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan mencapai ketinggian gunung."
(QS. Al-Isra: 37).

3. Mengundang Azab Allah

Kesombongan adalah sebab ditimpakannya azab kepada umat terdahulu. Fir’aun dan kaum ‘Ad binasa karena takbur mereka:
"فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ... فَأَهْلَكْنَاهُم بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ."
"Adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar... lalu Kami binasakan mereka dengan angin yang sangat kencang."
(QS. Al-Haqqah: 6-7).

4. Takbur Menutup Hati dari Hidayah

Orang sombong sulit menerima nasihat dan hidayah karena hatinya keras. Rasulullah SAW. bersabda:
"الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ."
"Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia."
(HR. Muslim, no. 91).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X