Puing-Puing Geopolitik
Kasihan Rusia. Vladimir Putin pasti sedang sakit kepala. Venezuela itu kapal induk daratan Rusia di Amerika Latin, tempat parkir pesawat pembom nuklir Tu-160 Blackjack. Investasi Rosneft miliaran dolar di sana hangus dalam satu malam. Rusia kehilangan pijakan strategisnya tanpa sempat menarik pelatuk. China juga sama, utang Venezuela ke Beijing mungkin tak akan pernah kembali.
Alarm untuk Kita
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Membaca berita Caracas ini rasanya pahit. Kita punya nikel dan laut yang strategis. Tapi lihat diri kita di cermin. Radar kita masih banyak yang bolong. Sistem bank kita masih numpang jalur pipa SWIFT milik Barat. Data kita masih di cloud asing.
Operasi Caracas mengajarkan satu hal bahwa kedaulatan tanpa teknologi itu omong kosong. Diplomasi tanpa otot siber itu cuma puisi cengeng. Jika besok kita dianggap nakal karena hilirisasi atau karena vokal di PBB, siapkah kita jika tombol OFF ditekan dari Washington? Siapkah jika bank kita offline dan pesawat tempur asing sudah ada di atas Monas tanpa terdeteksi?
Di meja makan raksasa dunia hari ini, pilihannya cuma dua. Anda duduk memegang garpu sebagai pemain, atau Anda telanjang di atas piring sebagai menu santapan. Caracas sudah jadi menu. Semoga kita lekas bangun sebelum ikut dimakan.
Artikel Terkait
Mencapai Derajat Ketakwaan Melalui Hakikat Ibadah Puasa
Mutiara Pagi: Pengampunan (Bagian 2128)
Mutiara Pagi: Nilai Seseorang (Bagian 2129)
Dekonstruksi Makna Rahmah: Menguji Empati Ritualis vs Empati Praksis dalam Kurikulum Karakter
Ujian Integritas Polri: Dukungan Mengalir bagi Jenderal Listyo Sigit Tuntaskan Tragedi Tual
Muhammadiyah Tolak Keras Kelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS
Mutiara Pagi: Pahlawan Ketulusan Hati (Bagian 2130)
Maung Bikang: Kisah Heroik LASWI dan Peristiwa Pemenggalan Komandan Gurkha (1945-1946)
Legenda Rimba: Ketika Nyali TNI Menggetarkan Pasukan Elit Dunia
Le Eminence Puncak Tawarkan Paket Menginap dan Iftar Hemat Selama Ramadan 2026