(Ode Michael Naimah buat Ali bin Abi Thalib)
Ia berjuang bukan demi pujian
melainkan demi rida Ilahi
seperti mata air yang tak meminta balasan
tanpa menghitung, untuk apa ia memberi
baginya, keikhlasan adalah mahkota keberanian
tanpa bayang ambisi yang tersembunyi
tiada riya’ menyentuh gerak tangan dan lisan
kecuali yang sesuai dengan irama hati
di kesunyian malam ia menangis
bukan karena luka dunia
melainkan seperti gerimis
membasahi bumi dengan keheningan cinta
memeluk derita manusia
tanpa merasa berjasa
menyembunyikan kebaikannya
seperti doa yang terucap dalam dada
bila dunia memanggilnya
dengan gemerlap kuasa
berpaling seperti musafir
yang terpikat gemercik air
di bibir sejarah
tetap hamba yang merendah
namun di hadapan Yang Esa
meninggikan kasih dan sayang-Nya
Malang, 24 Februari 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia
Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Makna di Baliknya
Keutamaan dan Ragam Puasa Sunah Pasca Ramadan
Makna Mendalam Puasa Melampaui Lapar dan Dahaga
Mencapai Derajat Ketakwaan Melalui Hakikat Ibadah Puasa
Mutiara Pagi: Pengampunan (Bagian 2128)
Mutiara Pagi: Nilai Seseorang (Bagian 2129)
Dekonstruksi Makna Rahmah: Menguji Empati Ritualis vs Empati Praksis dalam Kurikulum Karakter
Ujian Integritas Polri: Dukungan Mengalir bagi Jenderal Listyo Sigit Tuntaskan Tragedi Tual
Muhammadiyah Tolak Keras Kelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS