JOURNALNUSANTARA.COM - Pada masa Konfrontasi Ganyang Malaysia (1963-1966), hutan belantara Kalimantan menjadi panggung pembuktian bagi pasukan elit Indonesia (RPKAD/Kopassus) melawan pasukan elit Inggris (SAS) dan Australia (SASR).
Di saat pasukan Inggris dan Australia harus membawa logistik berat dan peralatan canggih yang justru menghambat pergerakan, prajurit TNI bergerak seperti hantu. Mereka mampu bertahan hidup hanya dengan apa yang disediakan alam tanpa bergantung pada suplai udara.
Pasukan komando kita menggunakan taktik hit and run yang sangat rapi. Mereka sering kali melakukan penyergapan dari arah yang tidak terduga, lalu menghilang di balik lebatnya pepohonan sebelum musuh sempat membalas tembakan.
Salah satu momen paling ikonik adalah saat pasukan Inggris dibuat frustrasi karena tidak bisa mendeteksi keberadaan prajurit kita meskipun jaraknya hanya beberapa meter.
Kemampuan kamuflase dan disiplin tempur TNI membuat tentara SAS yang legendaris itu harus berpikir dua kali untuk masuk lebih dalam ke wilayah kita.
Bertahun-tahun setelah konflik usai, banyak veteran SAS Inggris memberikan testimoni bahwa prajurit Indonesia adalah salah satu lawan terberat yang pernah mereka hadapi di medan hutan.
Mereka mengakui bahwa prajurit Indonesia lahir dan besar di hutan, sementara mereka hanya berlatih di sana.
Kisah ini bukan sekadar tentang perang, tapi tentang harga diri sebuah bangsa yang tidak gentar menghadapi kekuatan militer global.
Senjata canggih bisa dibeli, tapi nyali dan kemampuan beradaptasi di medan tersulit adalah warisan yang tak ternilai harganya.
Hingga hari ini, pasukan elit dunia masih sering datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari satu hal: Bagaimana cara bertempur di hutan yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Keutamaan dan Ragam Puasa Sunah Pasca Ramadan
Makna Mendalam Puasa Melampaui Lapar dan Dahaga
Mencapai Derajat Ketakwaan Melalui Hakikat Ibadah Puasa
Mutiara Pagi: Pengampunan (Bagian 2128)
Mutiara Pagi: Nilai Seseorang (Bagian 2129)
Dekonstruksi Makna Rahmah: Menguji Empati Ritualis vs Empati Praksis dalam Kurikulum Karakter
Ujian Integritas Polri: Dukungan Mengalir bagi Jenderal Listyo Sigit Tuntaskan Tragedi Tual
Muhammadiyah Tolak Keras Kelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS
Mutiara Pagi: Pahlawan Ketulusan Hati (Bagian 2130)
Maung Bikang: Kisah Heroik LASWI dan Peristiwa Pemenggalan Komandan Gurkha (1945-1946)