Journalnusantara.com - Para Menteri Luar Negeri dari Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Irlandia, Libya, Malaysia, Maladewa, Meksiko, Pakistan, Qatar, Oman, Slovenia, Afrika Selatan, Spanyol, dan Türkiye menyampaikan keprihatinan mendalam atas keselamatan Global Sumud Flotilla. Flotilla ini merupakan inisiatif masyarakat sipil yang melibatkan partisipasi warga negara dari berbagai negara, termasuk negara-negara yang disebutkan di atas.
Tujuan dari Global Sumud Flotilla adalah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meningkatkan kesadaran akan kebutuhan mendesak rakyat Palestina, dan menyerukan penghentian perang di Gaza. Kedua tujuan ini, yaitu perdamaian dan penyaluran bantuan kemanusiaan, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter, sejalan dengan komitmen yang dipegang teguh oleh Pemerintah kami.
Oleh karena itu, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari segala tindakan melawan hukum atau kekerasan terhadap Flotilla. Kami juga mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Kami menegaskan kembali bahwa setiap pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia para peserta Flotilla—termasuk serangan terhadap kapal di perairan internasional atau penahanan yang melanggar hukum—akan memicu tuntutan pertanggungjawaban.
Artikel Terkait
Masyarakat Desa Tapak Kuda Menuntut Transparansi: Dari Surat Rekomendasi ke SK yang Tertunda
Kisah Inspiratif Kader IPNU Asal Cianjur, Luthfi Muhammad Fikri Tapaki Jejak Dakwah Global
Penutupan KKN UNPI 2025, Kelompok Desa Cibarebeg Raih Juara Pertama
Teladan Moral Rais Aam PBNU Jadi Rujukan BEM-PTNU dalam Kasus Dana Haji
Bisnis Haram: Korupsi dan Suap, Luka yang Menggerogoti Bangsa
Politik Autentik
Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Program Indonesia Pintar
Mutiara Pagi: Bahasa yang Amanah (Bagian 1964)
Program Indonesia Pintar
Mutiara Pagi: Bahasa yang Benar (Bagian 1965)