Tuhan itu indah
dan mencintai keindahan
Bahasa seseorang yang amanah
Anugerah Tuhan yang terindah
Dari lisannya akan lahir kebenaran,
bukan fitnah yang dapat menyesatkan
Seperti doa yang menenangkan kalbu
Memberi harapan yang selalu baru
Bahasa adalah cahaya,
menuntun jiwa ke jalan mulia
Jika lahir dari hati yang suci,
menjadi suluh dalam sunyi
Bahasa yang lembut bagaikan embun,
menyapa pagi saat rahmat turun
Dapat menyejukkan dahaga kalbu,
sehingga hati selalu menyatu
Namun bahasa bisa jadi pedang,
di kata hati sedang meradang
Jika salah ucap tanpa perhitungan,
menyisakan luka yang sulit dilupakan
Maka jagalah kata,
seperti menjaga mutiara
Sekali kata terucap,
selamanya akan menancap
Gunakan kata untuk menebar kasih,
bukan sarana untuk berselisih
Karena sejatinya setiap tutur,
menuntut lisan agar teratur
Malang, 15 September 2025
Salam sehat,
M. SInal
Artikel Terkait
Penyebaran Berita Bohong dan Kebencian
Menikmati Jalan Santai, Menyapa Akhir Pekan dengan Rileks
Label Halal, Penanda Nyaman untuk Nongkrong di Kafe
Mutiara Pagi: Bahasa Cermin Jiwa (Bagian 1963)
Ketua dan salah satu dosen STAI Al-Azhary Cianjur Raih Sertifikat Asesor Kompetensi BNSP dalam bidang Pimpinan Lembaga Pendidikan
Masyarakat Desa Tapak Kuda Menuntut Transparansi: Dari Surat Rekomendasi ke SK yang Tertunda
Kisah Inspiratif Kader IPNU Asal Cianjur, Luthfi Muhammad Fikri Tapaki Jejak Dakwah Global
Penutupan KKN UNPI 2025, Kelompok Desa Cibarebeg Raih Juara Pertama
Teladan Moral Rais Aam PBNU Jadi Rujukan BEM-PTNU dalam Kasus Dana Haji
Bisnis Haram: Korupsi dan Suap, Luka yang Menggerogoti Bangsa