Journalnusantara.com, Cianjur - Universitas Putra Indonesia (UNPI) resmi menutup program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di Auditorium Yuyun Moeslim Taher, Senin, 15 September 2025. Dalam acara itu, kelompok Desa Cibarebeg keluar sebagai juara pertama setelah dinilai unggul dalam inovasi program dan keterlibatan masyarakat.
Ketua Kelompok Desa Cibarebeg, Syahril Inayah, mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim dan dukungan warga.
“Sejak awal kami berusaha hadir dengan program yang nyata manfaatnya bagi warga. Tidak hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Juara ini adalah milik bersama, untuk Desa Cibarebeg,” ujarnya.
Adapun program yang dilakukan antara lain pembersihan sampah yang menumpuk selama empat tahun, pembuatan rocket stove sebagai solusi energi ramah lingkungan, hingga pendampingan UMKM agar pelaku usaha kecil mampu berkembang. Program-program ini dinilai membawa dampak langsung sekaligus berkelanjutan bagi warga desa.
Humas kelompok, Zidan Fathur Rahman, menambahkan keberhasilan tersebut tak lepas dari penerimaan masyarakat.
“Kami diterima dengan sangat baik, sehingga program bisa berjalan lancar. Mulai dari kebersihan lingkungan, teknologi sederhana, sampai pemberdayaan ekonomi, semua terlaksana berkat kolaborasi. Juara 1 ini sekaligus motivasi untuk terus memberi dampak positif,” kata Zidan.
Dengan berakhirnya KKN UNPI 2025, kelompok Desa Cibarebeg diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana program mahasiswa dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong perubahan sosial yang nyata.
Artikel Terkait
Biaya Akta Jual Beli (AJB)
Belajar dari Empat Tokoh Antikorupsi Legendaris Indonesia
Papua Mulia
Penyebaran Berita Bohong dan Kebencian
Menikmati Jalan Santai, Menyapa Akhir Pekan dengan Rileks
Label Halal, Penanda Nyaman untuk Nongkrong di Kafe
Mutiara Pagi: Bahasa Cermin Jiwa (Bagian 1963)
Ketua dan salah satu dosen STAI Al-Azhary Cianjur Raih Sertifikat Asesor Kompetensi BNSP dalam bidang Pimpinan Lembaga Pendidikan
Masyarakat Desa Tapak Kuda Menuntut Transparansi: Dari Surat Rekomendasi ke SK yang Tertunda
Kisah Inspiratif Kader IPNU Asal Cianjur, Luthfi Muhammad Fikri Tapaki Jejak Dakwah Global