Bahasa bukan sekadar suara,
lalu hilang ditelan udara
Bahasa adalah gema jiwa,
meninggalkan jejak di dalam dada
Bahasa yang benar adalah syiar,
Menyampaikannya tak perlu gentar
Bahasa yang benar adalah kebaikan,,
menuntun jiwa menuju ridha Tuhan
Ucapan yang penuh kebenaran,
menjadi cahaya di alam keabadian
Bila dipenuhi dzikir dan doa
Bisa menjadi jalan menuju surga,
Bahasa bukan sekadar bunyi,
tapi cermin hati yang tersembunyi
Mampu menciptakan kedamaian,
juga bisa meruntuhkan persaudaraan
Bahasa yang benar menumbuhkan kasih,
Meski terkadang menorehkan perih
Bisa menjadi doa penuh cahaya,
Bukan kutukan yang membawa luka
Satu kata yang mengandung kebaikan
satu kalimat yang dipenuhi kebenaran,
Dapat membuat hati tenang
akan menjelma cahaya penerang
Malang, 16 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Penyebaran Berita Bohong dan Kebencian
Menikmati Jalan Santai, Menyapa Akhir Pekan dengan Rileks
Label Halal, Penanda Nyaman untuk Nongkrong di Kafe
Ketua dan salah satu dosen STAI Al-Azhary Cianjur Raih Sertifikat Asesor Kompetensi BNSP dalam bidang Pimpinan Lembaga Pendidikan
Masyarakat Desa Tapak Kuda Menuntut Transparansi: Dari Surat Rekomendasi ke SK yang Tertunda
Kisah Inspiratif Kader IPNU Asal Cianjur, Luthfi Muhammad Fikri Tapaki Jejak Dakwah Global
Penutupan KKN UNPI 2025, Kelompok Desa Cibarebeg Raih Juara Pertama
Teladan Moral Rais Aam PBNU Jadi Rujukan BEM-PTNU dalam Kasus Dana Haji
Bisnis Haram: Korupsi dan Suap, Luka yang Menggerogoti Bangsa
Mutiara Pagi: Bahasa yang Amanah (Bagian 1964)