Journalnusantara.com - Young ASEAN Islamic Future Leaders Summit (YAIFLS) 2025 yang berlangsung pada 3–7 Agustus meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa yang mengikuti setiap rangkaian acaranya.
Cikgu Md Azmi, penggagas kegiatan, terus berinovasi menghadirkan agenda yang menarik, baik untuk mahasiswa maupun siswa SMA/SMK dari berbagai negara ASEAN.
Di sela-sela kegiatan, Cikgu Azmi menyampaikan bahwa Homestay Teluk Ketapang akan menjadi tuan rumah Olimpiade SMA/SMK tingkat ASEAN pada September mendatang.
“InsyaAllah, kita akan kedatangan sekitar 500 pelajar untuk mengikuti olimpiade ini,” ujarnya.
Homestay Teluk Ketapang secara konsisten menghadirkan pengalaman yang hangat dan bersahabat. Dengan konsep kekeluargaan yang ditawarkan, para peserta merasa seperti berada di rumah sendiri. Hal ini diakui oleh para mahasiswa dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Lim Waeno, mahasiswa asal Pattani, Thailand, mengungkapkan rasa senangnya selama berada di Trengganu. “Saya tidak merasa seperti tamu atau orang asing. Tempatnya nyaman dan masyarakatnya sangat ramah,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu mahasiswa asal Indonesia. Ia merasa sangat berterima kasih atas sambutan hangat dan keramahan masyarakat setempat.
“Kami sungguh tak menyangka akan dibuat takjub dengan sikap para orang tua asuh di sini. Rasanya waktu satu minggu terlalu singkat,” tuturnya.
Agenda YAIFLS 2025 akan berakhir pada 7 Agustus, dan seluruh peserta dijadwalkan kembali ke negara asal masing-masing pada 8 Agustus 2025.
Artikel Terkait
Belajar Merdeka
Peduli Pangan, Mahasiswa KKN Tanam Tanaman Produktif di Desa
Mutiara Pagi: (Bagian 1924)
Dari Langkah Kecil Menuju Dampak Besar, Saatnya Kita Membawa Perubahan
Tetapkan Tersangka Secara Kilat, Kejaksaan Cianjur Digugat Lewat Praperadilan
Abolisi dan Amnesti Presiden Prabowo
Mahasiswa KKN 79 dan Rukun Ardi Budoyo Lestarikan Tradisi Suranan
Sosialisasi Ceria Anti-Bullying, Siswa SD Sojopuro Kompak Jadi Teman Baik
KKN STAI Al Azhary Kenalkan Pendidikan Reflektif Anak Lewat Program ‘Gerbang Imajinasi
Runtuhnya Sebuah Bangsa: Ketika Keangkuhan Menjadi Kuburan Peradaban