Dengan cepat Jennifer menjawab: “yes Sir!”.
Saya kemudian menuntun Jennifer mengikrarkan: “asyhadu an laa ilaaha illa Allah- wa anna Muhammadan Rasulullah”.
Teman-teman yang hadir, sebagian meneteskan airmata, sebagian lagi (yang non Muslim) bertepuk tangan sambil saling berpelukan. Sebuah pemandangan yang tidak biasa hari itu.
Tapi sekali lagi, itulah Amerika. “A land of opportunities”. Termasuk peluang Dakwah yang sangat terbuka, bahkan kepada seorang siswi SMA seperti Jennifer.
Allahu Akbar!
Jamaica Hills, Januari 2025.
*Direktur & Imam Jamaica Muslim Center New York.
Artikel Terkait
Kebakaran Los Angeles, Azab dan Hoax
Menemukan Keselamatan di Tengah Gemuruh Dunia
Jangan Cengeng, Optimis Raih Swasembada Pangan
Mutiara Pagi: Di Atas Kota Perak (Bagian 1741)
Pertama Kali di Cianjur, Terasia Episode 2
Paradoks Perberasan
Menyibak Hakikat Kerugian dalam Lintasan Waktu
Igornas Cianjur Sosialisasikan Senam Waringkas dan Anak Indonesia Hebat
Mutiara Pagi: Di Sini Tempat Lahir Kita (Bagian 1742)
Mengurai dan Menakar Luka di Tengah Konflik yang Tak Sehat Oleh: Munawir