Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi
Kita berada di bilangan hari-hari terakhir bulan Zulhijjah. Itu juga berarti kita sudah berada di hari-hari terakhir tahun 1445 H menuju tahu baru 1446 Hijriyah.
Di bulan Zulhijjah ini ada ragam peristiwa penting yang pernah terjadi dan terus diingat dan dipraktekkan oleh Umat Muhammad SAW.
Menjadikan bulan Zulhijjah memilki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan lain. Terkhusus lagi di sepulu hari pertama bulan ini.
Ada tiga peristiwa penting yang terjadi di bulan Zulhijjah. Satu, hari-hari inilah pelaksanaan ibadah Haji yang merupakan salah satu rukun dan amalan ibadah yang sangat penting dalam Islam.
Dua, perayaan Idul Adha atau kurban yang merupakan hari raya besar yang diobservasi oleh umat Islam. Dan tiga, pada akhir bulan inilah terjadinya peristiwa Hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah.
Saya menyimpulkan ketiga hal itu dengan judul tulisan ini. Sesungguhnya ketiga peristiwa itu; Haji, Kurban, dan Hijrah tidak bisa dipisahkan dari rentetan peristiwa kehidupan Ibrahim AS.
Hijrah menjadi peristiwa penting Ibrahkm dalam proses menyempurnakan agamanya. Dari Babilon ke Jerusalem dan Mekah. Dua kota yang kemudian menjadi pusat transformasi kehidupan dan peradaban musyrik ke kehidupan dan peradaban Tauhidi.
Saya melihat terjadinya tiga peristiwa ini (Hajj, kurban dan Hijrah) di bulan Zulhijjah ini memiliki makna yang sangat penting, baik pada tatatan keagamaan (keislaman) maupun kemasyarakatan (keumatan).
Dan esensi dari kesemua itu ada pada satu hal yang disebutkan dalam Al-Quran: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Islam sepenuhnya (kaaffah). Dan jangan ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu”.
Sebagaimana telah disampaikan beberapa kali sebelumnya bahwa haji adalah rukun Islam kelima yang diwajibkan hanya sekali dalam seumur. Kata haji juga dapat bermakna “hujjah” atau alasan, dasar, argumen dan juga bukti. Yang berarti bahwa Haji adalah tanda atau bukti komitmen kesempurnaan Islam seseorang.
Realita itu pula yang menjadikan hampir semua amalan Haji memilki relasi sejarah (historical connection) dengan Ibrahim AS.
Kita kenal Ibrahim AS adalah sosok hamba Allah yang telah menyempurnakan semua perintah-perintah agama yang diperintahkan oleh Allah SWT. Sehingga perintah deklarasi haji pertama kali diperintahkan kepada beliau (alaihissalam).
Kesempurnaan pelaksanaan perintah Allah kepada Ibrahim itu kemudian terefleksi pada kesediaan dan kerelaan beliau untuk memberikan pengorbanan terbaiknya demi meraih ridho Allah SWT.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Korupsi APD Kemenkes, KPK Cegah Dokter Hingga Pihak Swasta Ke luar Negeri
Semarak Pilkada Jakarta 2024, Anies Baswedan - Sohibul Iman Resmi Diusung PKS
92 Persen Pekerja di Indonesia Manfaatkan AI dalam Bekerja, di Tingkat Global 72 Persen
6 Tahun Jalan Rusak Parah, Warga Sabandar Permai Tuntut Perhatian Pemerintah Desa
Yonif 5 Marinir Gelar Embarkasi Personel dan Material Satgasmar Ambalat XXX
Renovasi Rumput Stadion GBK Dimulai, Bisa Dipakai Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia?
Penampakan Purwarupa, Kereta Cepat Merah Putih Milik Indonesia
Daniel Klein, Calon Kiper Timnas Indonesia Selanjutnya?
Waspada Namimah
Belajar Public Speaking Kepada Nabi dalam Kitab Syamail Muhammadiyah