Belajar Public Speaking Kepada Nabi dalam Kitab Syamail Muhammadiyah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 27 Juni 2024 | 08:00 WIB
KH Aqib Malik (Fofo: dok. pribadi)
KH Aqib Malik (Fofo: dok. pribadi)

Oleh: KH Aqib Malik

Malam tadi, ngaji rutin reboan kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi yang diikuti masyarakat Babakan, Lebakowah, Jomblang, Jatimulya, Pendawa dan Dukuhwringin, berjalan seperti biasa yang dimulai bakda isya, bedanya yang biasanya dilaksanakan di rumah lugu KH. Abdul Malik di area dalam pondok Ma’hadut Tholabah.

Ngaji semalem pindah ke aula Al Maliki Leadership Babakan (ALBAB), walaupun bangungan belum 100% jadi (masih proses finishing), tapi alhamdulilah sudah bisa dipakai dan tentunya tidak umpel-umpelan lagi ngajinya seperti minggu-minggu sebelumnya.

Pembahasan tema ngaji semalem yaitu tentang cara berbicara Kanjeng Nabi Muhammad. Banyak keterangan tentang cara berbicara Nabi yang dijelaskan di kitab Syamail Muhammadiyah ini yang relate sesuai dengan konsep teori keilmuan public speaking, seperti beberapa hal berikut:

1. Ketika Nabi menjelaskan sesuatu kepada para sahabat, beliau melakukan pengulangan inti pembicaraan, bahkan sampai tiga kali sehingga mudah masuk dan dipahami oleh orang yang yang mendengarkannya, dalam public speaking ada konsep repetiton (pengulangan) yang terarah supaya mengkerucutkan inti penyampaian. Disebutkan dalam kitab:
عن انس بن مالك، قال: كان رسول الله صلي الله عليه وسلم يعيد الكلمة ثلا ثا لتعقل عنه

2. Ketika Nabi berbicara, tidak tergesa-gesa/cepat dan juga tidak lambat, beliau berbicara dengan jelas, terperinci, sitematis sehingga orang yang mendengar dapat menghafalnya, dalam public speaking ada item tentang mengatur tempo bicara, olah vokal dan gradasi penyampaian. Disebutkan dalam kitab Syamail:
كان يتكلم بكلام بين فصل، يحفظه منًجلس اليه

3. Ketika menyampaikan pembicaraan membuat orang nyaman dan tidak menyakiti orang yang mendengarnya, tidak melebihkan atau mengurangi pembicaraan dan bisa menempatkan pembicaraan sesuai situasinya.

Dalam public speaking ada konsep (tiga E) yaitu etiket, etika dan estetika. Dalam kitab Syamail disebutkan:
كلامه فصل، لا فضول، ولا تقصير، ليس بلجا في، ولا بالمهين.

4. Nabi berbicara dengan ringkas/simpel dan dalam penuh makna tapi tetap membuat nyaman lawan bicara, kata anak milenial sekarang bilang “daging semua”.

Dalam public speaking ada konsep struktur dan pola pembicaraan, seperti pola piramida terbalik, struktur pembuka-inti-ice breaking dan closing statement. Sebagaimana sabda beliau:
بعثت بجوامع الكلم

5. Ketika Nabi Menyampaikan, komunikasi tidak hanya dari yang diucapkan saja tetapi juga dengan isyarat tangan, seperti ketika menunjukan sesuatu beliau menggunakan telapak tangan beliau yang digerakan.

Dalam public speaking komunikasi tidak hanya verbal saja, tetapi juga non verbal, seperti memakai gestur gerakan tangan, tubuh, kontak mata dan lain-lain. Dijelaskan dalam kitab Syamail:
اذا اشار، اشار بكفه كلها، واذا تعجب قلبها.

Monggo yang mau bergabung melingkar ngaji bisa datang malam rabu depan bakda isya di Aula Al Maliki Leadership Babakan (ALBAB), terbuka untuk umum. Mugi malalui ngaji, kita bisa lebih mencintai kanjeng Nabi. Amin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X