6. Kesulitan untuk Merasakan Istirahat yang Berkualitas
Meskipun secara fisik tubuh sedang beristirahat, pikiran tetap bekerja dengan intens. Syela menyoroti bahwa ini adalah tanda mental yang terbiasa hidup dalam tekanan tinggi sehingga sulit untuk masuk ke mode relaksasi.
Bukan Tanda Kelemahan, Melainkan Sinyal Batasan
Syela Stephanie menegaskan bahwa kelelahan mental bukanlah sebuah kegagalan atau tanda kelemahan. Sebaliknya, hal tersebut adalah sinyal biologis dan psikologis bahwa seseorang telah mencapai batas kemampuannya.
Kesehatan mental yang baik bukan berarti harus selalu kuat setiap saat, melainkan memiliki kesadaran untuk mengetahui kapan harus berhenti sejenak.
"Jika kita mau mendengarkan diri sendiri lebih awal, kita tidak perlu menunggu sampai benar-benar hancur untuk memberikan diri waktu beristirahat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Haol Masyayikh Sunanulhuda Sukabumi: Merawat Sanad, Menggerakkan Ekonomi Keumatan
Mutiara Pagi: Kebencian adalah Api (Bagian 2103)
Inovasi Gizi di Desa Sirnaraja: Mahasiswa Institut Kesehatan Rajawali Hadirkan Program "SAPA" dan "SEBOTOL EMAS" di Posyandu Kenanga
Risalah Mlangi: Kiai Muda NU DIY Tegaskan Fatwa Syuriah Sah dan Mengikat
LSM GRASI Desak Transparansi Pengelolaan BBM di PT KAI
Le Eminence Puncak Tawarkan Paket Makan Malam Romantis Hari Valentine Mulai Rp 850 Ribu
Mutiara Pagi: Menahan Lisan (Bagian 2104)
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Digital, SMAS Al-Ittihad Cianjur Gelar In House Training Kurikulum Nasional
Cegah Anemia Remaja, Mahasiswa Institut Kesehatan Rajawali Ciptakan "IRONPLAY" Ular Tangga Edukatif
LBH Ansor Jabar Tolak Penetapan Mantan Menag Gus Yaqut sebagai Tersangka Korupsi Haji