JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG BARAT – Suasana di Posyandu Kenanga RW 15, Desa Sirnaraja, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, tampak berbeda dari biasanya.
Di mana mahasiswa Program Studi Gizi dari Institut Kesehatan Rajawali Bandung melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yang sangat inovatif.
Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kader mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang, praktis, dan ekonomis sekaligus membangun kemandirian ekonomi lingkungan setempat.
Dua program utama yang diperkenalkan adalah SAPA (Sehatkan Anak dengan Pangan Lokal) dan SEBOTOL EMAS (Sedekah Botol untuk Generasi Emas).
SAPA: MPASI Bergizi dari Dapur Sendiri
Program SAPA hadir sebagai jawaban atas tantangan pemenuhan gizi balita di tingkat rumah tangga. Mahasiswa memberikan edukasi mendalam kepada para ibu dan kader mengenai pentingnya variasi MPASI menggunakan bahan pangan lokal yang mudah didapat di Desa Sirnaraja.
Tidak hanya teori edukasi, mahasiswa melakukan demonstrasi masak langsung. Ibu-ibu diajak melihat tekstur yang tepat sesuai usia bayi dan cara mengolah bahan pangan lokal bergizi seimbang.
Dengan program ini, pengetahuan ibu dan kader di RW 15 meningkat, serta meningkatkan kesadaran bahwa makanan sehat tidak harus mahal atau instan.
SEBOTOL EMAS: Dari Sampah Menjadi untuk Generasi Mendatang
Selain urusan dapur, mahasiswa gizi Institut Kesehatan Rajawali juga membawa semangat berkelanjutan melalui program SEBOTOL EMAS. Setiap bulan, pada hari pelaksanaan Posyandu, warga diajak untuk membawa botol plastik bekas yang kemudian dikumpulkan di tempat yang telah disediakan.
Botol-botol ini nantinya dijual ke pengepul, dan hasil penjualannya langsung masuk ke Kas Posyandu Kenanga. Dana tersebut akan dikelola secara mandiri oleh kader untuk mendukung operasional harian atau pengadaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang lebih bergizi.
"Melalui SEBOTOL EMAS, kami ingin menciptakan ekosistem yang mandiri. Lingkungan RW 15 menjadi lebih bersih dari limbah plastik, dan dana yang terkumpul kembali lagi untuk kesehatan anak-anak kita," ujar salah satu mahasiswa pelaksana.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kemuliaan Tersembunyi (Bagian 2101)
GenZi Berdampak Hadiri Dialog Wakil Rakyat sebagai Wadah Aspirasi Anak Muda
Mutiara Pagi: Kemuliaan Akhlak (Bagian 2102)
PIKK PLN UBP Grati Tanamkan Etika Berkelas Lewat Seminar Manner
Diduga Langgar Aturan Tata Ruang dan Abaikan Pekerja Lokal, PT Lianhua Didemo Gabungan Ormas Cianjur
Rais Aam PBNU Kirim Surat Tabayun ke Gus Yahya Terkait Dugaan Pencatutan Nama
Wakil Ketua DPRD Cianjur Fasilitasi Rekonsiliasi Dualisme Dekopinda
Grand Aston Puncak Sajikan Menu Iftar Khas Timur Tengah dan Nusantara untuk Ramadan 2026
Haol Masyayikh Sunanulhuda Sukabumi: Merawat Sanad, Menggerakkan Ekonomi Keumatan
Mutiara Pagi: Kebencian adalah Api (Bagian 2103)