Setiap orang bisa berbuat baik
ketika diperlakukan dengan baik
tapi tidak semua mampu berbuat baik
ketika diperlakukan tidak baik
Perlakuan buruk dan ketidakadilan
penghinaan dan penistaan
menguji kualitas iman dan akhlak
apakah seseorang benar-benar bijak
Para bijak berkata:
“Wa idza aḥsanta liman asa’a ilaika
fa anta almu’minus-safiy.”
apabila engkau berbuat baik
kepada orang yang menyakitimu
engkau hamba beriman yang jernih hatinya
Karena reaksi yang bersifat naluriah
membalas perlakuan yang setimpal
dengan membuat orang lain susah
melalui tindakan yang emosional
Tapi ketika akhlak jadi pengendali
naluri itu akan beranjak pergi
melupakan rasa sakit dan kecewa
sebelum tumbuh subur di dalam dada
Maka tidak ada plihan lain
kecuali kita harus yakin
bahwa kemampuan menahan diri
membalas hinaan dengan hinaan
membalas kejahatan dengan kejahatan
adalah akhlak yang sangat terpuji
Malang, 27 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
KNPI Cianjur Apresiasi Festival Band Gebyar Gen Alpha, Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif Anak Muda
JADWAL Acara TV Hari Ini, 26 Januari 2026: Trans TV, SCTV, dan Indosiar Hadirkan Sejumlah Tayangan Seru
Dikenalkan Persib sebagai Pemain Baru, Layvin Kurzawa Ingin Tunjukkan Kualitasnya
Meski Persib Menang Atas PSBS Biak, Bojan Hodak Ungkap Kekurangan Timnya
Penawaran Eksklusif Imlek 2026: The Green Peak ARTOTEL Curated
Puji Sikap Tegas Kapolri Tolak Jabatan Menteri, BEM PTNU Sebut Teladan Integritas Pemimpin
Dari Akar Rumput untuk SDGs: Kisah Tanissa Puti Rahmadiva, Anak Muda Indonesia Menggerakkan Perubahan dari Desa
From Water Hyacinth to Global Impact: How Tanissa Puti Rahmadiva Is Redefining Sustainability in Indonesia
Mutiara Pagi: Kemuliaan Tersembunyi (Bagian 2101)
GenZi Berdampak Hadiri Dialog Wakil Rakyat sebagai Wadah Aspirasi Anak Muda