Puji Sikap Tegas Kapolri Tolak Jabatan Menteri, BEM PTNU Sebut Teladan Integritas Pemimpin

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 15:35 WIB
BEM PTNU sebut Kapolri teladan integritas pemimpin
BEM PTNU sebut Kapolri teladan integritas pemimpin

JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang secara terbuka menolak wacana posisi Menteri Kepolisian.

Achmad Baha’ur Rifqi selaku perwakilan mahasiswa menilai langkah tersebut merupakan perwujudan nyata dari etika kenegarawanan. Dukungan ini muncul setelah Kapolri menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kemandirian institusi Polri ketimbang menerima jabatan politik yang baru.

Pernyataan yang memicu sorotan publik ini pertama kali disampaikan oleh Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Jakarta. Di hadapan para legislator Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan adanya tawaran personal agar dirinya bersedia memimpin kementerian jika struktur kepolisian nantinya dilebur.

Namun ia memilih untuk menepis tawaran tersebut karena khawatir akan adanya dualisme kepemimpinan atau matahari kembar yang justru bisa merusak efektivitas kerja kepolisian dalam mengayomi masyarakat.

Menurut pandangan BEM PTNU pilihan Kapolri yang bahkan lebih memilih untuk menjadi petani daripada mengorbankan integritas lembaga adalah sebuah keteguhan moral yang luar biasa.

Rifqi menyebutkan bahwa penolakan terhadap tawaran jabatan tersebut menjadi contoh penting bagi seluruh pejabat publik di Indonesia agar tidak silau oleh ambisi kekuasaan. Hal ini dianggap sebagai bentuk penjagaan terhadap marwah institusi agar tidak terkooptasi oleh kepentingan politik praktis.

Organisasi mahasiswa Nahdlatul Ulama ini sepakat dengan kekhawatiran Kapolri mengenai risiko birokrasi yang semakin panjang jika kepolisian berada di bawah kementerian.

Independensi aparatur penegak hukum dinilai sebagai pondasi utama bagi keberlangsungan negara hukum yang demokratis. Jika Polri kehilangan netralitasnya maka efektivitas dalam menjaga stabilitas keamanan nasional bisa terganggu secara signifikan.

Sebagai representasi dari berbagai perguruan tinggi NU di seluruh tanah air BEM PTNU menyatakan akan terus mengawal komitmen profesionalisme yang digaungkan oleh Mabes Polri.

Kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian tulus dianggap jauh lebih berharga daripada struktur jabatan baru yang justru berpotensi memicu tumpang tindih kewenangan.

Lebih jauh Rifqi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa netralitas Polri harus tetap menjadi harga mati demi integritas bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X