JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang secara terbuka menolak wacana posisi Menteri Kepolisian.
Achmad Baha’ur Rifqi selaku perwakilan mahasiswa menilai langkah tersebut merupakan perwujudan nyata dari etika kenegarawanan. Dukungan ini muncul setelah Kapolri menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kemandirian institusi Polri ketimbang menerima jabatan politik yang baru.
Pernyataan yang memicu sorotan publik ini pertama kali disampaikan oleh Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Jakarta. Di hadapan para legislator Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan adanya tawaran personal agar dirinya bersedia memimpin kementerian jika struktur kepolisian nantinya dilebur.
Namun ia memilih untuk menepis tawaran tersebut karena khawatir akan adanya dualisme kepemimpinan atau matahari kembar yang justru bisa merusak efektivitas kerja kepolisian dalam mengayomi masyarakat.
Menurut pandangan BEM PTNU pilihan Kapolri yang bahkan lebih memilih untuk menjadi petani daripada mengorbankan integritas lembaga adalah sebuah keteguhan moral yang luar biasa.
Rifqi menyebutkan bahwa penolakan terhadap tawaran jabatan tersebut menjadi contoh penting bagi seluruh pejabat publik di Indonesia agar tidak silau oleh ambisi kekuasaan. Hal ini dianggap sebagai bentuk penjagaan terhadap marwah institusi agar tidak terkooptasi oleh kepentingan politik praktis.
Organisasi mahasiswa Nahdlatul Ulama ini sepakat dengan kekhawatiran Kapolri mengenai risiko birokrasi yang semakin panjang jika kepolisian berada di bawah kementerian.
Independensi aparatur penegak hukum dinilai sebagai pondasi utama bagi keberlangsungan negara hukum yang demokratis. Jika Polri kehilangan netralitasnya maka efektivitas dalam menjaga stabilitas keamanan nasional bisa terganggu secara signifikan.
Sebagai representasi dari berbagai perguruan tinggi NU di seluruh tanah air BEM PTNU menyatakan akan terus mengawal komitmen profesionalisme yang digaungkan oleh Mabes Polri.
Kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian tulus dianggap jauh lebih berharga daripada struktur jabatan baru yang justru berpotensi memicu tumpang tindih kewenangan.
Lebih jauh Rifqi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa netralitas Polri harus tetap menjadi harga mati demi integritas bangsa.
Artikel Terkait
RAMALAN Zodiak Hari Ini, 24 Januari 2026: Aries Jangan Umbar Janji Manis, Taurus Harus Bijak, dan Gemini Dapat Peluang Besar
PREDIKSI Persib vs PSBS Biak: Susunan Pemain, Head to Head, Tayang Jam Berapa?
RAMALAN Zodiak Hari Ini, 24 Januari 2026: Capricorn Jaga Kesetiaan, Aquarius Jangan Buru-Buru, dan Pisces Nikmati Ketenangan
Mojang Jajaka KBB Galang Donasi untuk Korban Longsor Cisarua
Mutiara Pagi: Merasa Kurang (Bagian 2100)
KNPI Cianjur Apresiasi Festival Band Gebyar Gen Alpha, Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif Anak Muda
JADWAL Acara TV Hari Ini, 26 Januari 2026: Trans TV, SCTV, dan Indosiar Hadirkan Sejumlah Tayangan Seru
Dikenalkan Persib sebagai Pemain Baru, Layvin Kurzawa Ingin Tunjukkan Kualitasnya
Meski Persib Menang Atas PSBS Biak, Bojan Hodak Ungkap Kekurangan Timnya
Penawaran Eksklusif Imlek 2026: The Green Peak ARTOTEL Curated