Manis di Bibir, Racun di Hati

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Pemandangan matahari terbit di Sunrise Point, Sunan Ibu, Ciwidey, Jawa Barat. Destinasi ini mendadak sangat digemari dan disasar turis lokal terutama kaum muda yang gemar wisata alam.
Pemandangan matahari terbit di Sunrise Point, Sunan Ibu, Ciwidey, Jawa Barat. Destinasi ini mendadak sangat digemari dan disasar turis lokal terutama kaum muda yang gemar wisata alam.

5. Pandai Berkamuflase dalam Komunitas Shalih
Ia memakai topeng agama, padahal hatinya haus kuasa.

*Solusi Islam: Membersihkan Diri dari Niat Tersembunyi*

1. Muroqabatullah (Merasa Diawasi oleh Allah)
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى﴾
“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat?”
(QS. Al-‘Alaq: 14)

Latih jiwa untuk selalu merasa diawasi, agar niat buruk langsung terbakar sebelum tumbuh.

2. Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا﴾
“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya. Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.”(QS. Asy-Syams: 9–10)

Niat tersembunyi adalah bagian dari jiwa yang belum bersih. Membersihkan jiwa akan menyingkirkan maksud-maksud licik.

3. Ikhlas dalam Segala Amal

Ikhlas adalah benteng paling kuat dari penyakit "udang di balik batu".
الإِخْلاَصُ سِرٌّ مِنْ أَسْرَارِ اللَّهِ
“Ikhlas adalah rahasia dari rahasia-rahasia Allah.”
(Hikam Ibn ‘Athaillah)

4. Berkawan dengan Orang yang Jujur dan Tulus

Lingkungan yang baik akan menulari hati dengan keikhlasan dan niat bersih.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.”
(QS. At-Taubah: 119)

*Jangan Jadikan Hidup Panggung Sandiwara*

Hidup bukanlah panggung drama tempat kita bermain peran palsu demi mendapat tepuk tangan.

Jangan sampai kita menjadi manusia yang kehilangan wajah sejatinya karena terlalu lama memakai topeng niat tersembunyi.

Hapuslah "udang" dalam niat kita, bersihkan "batu" dalam niat orang lain terhadap kita dengan doa, dengan mawas diri, dengan cinta yang murni.

Sebab dunia akan lebih indah jika setiap tangan yang memberi, memberi karena cinta. Jika setiap kata yang terucap, lahir dari hati yang jernih.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Belajar Merdeka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB
X