Sebagai penghargaan, ia dianugerahi medali kehormatan Ridder Militaire Willems-Orde Kelas IV.
Kelima tokoh ini menunjukkan sisi kompleks dari sejarah Indonesia: tidak semua peran pribumi dalam masa penjajahan berada di sisi perlawanan.
Beberapa memilih bekerja sama dengan kekuatan kolonial baik demi kepentingan pribadi, politik, maupun karena alasan yang hanya bisa dijelaskan dalam konteks zaman mereka.
Artikel Terkait
Fragmen Peran Strategis Pembimbing KBIHU dalam Krisis Layanan di Muzdalifah 2025
Mutiara Pagi: Dari Titik Kecil (Bagian 1867)
Kecam Kekerasan terhadap Perempuan, Mahasiswa Tuntut Keadilan dan Perlindungan
FEBI UIN SGD Bandung Resmi Buka Prodi D-4 Manajemen Industri Halal, Siap Cetak Profesional Unggul
Tanah Airku
Setelah Jatah Amerika Berkurang
Memperingati 100 Tahun Komite Hijaz
Analis LK2DP Minta Presiden Prabowo Hentikan Program MBG dan KMP
BEM Bisa Hidup Lagi, Tapi Mahasiswanya Mau Enggak?
Mutiara Pagi: Meludahi Langit (Bagiaan 1869)