JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG – Kawasan Hegarmanah, Kota Bandung, menjadi saksi berkumpulnya energi positif generasi muda pada Sabtu (6/6/2026).
Jabar Bergerak Zillenial (JBZ) resmi merayakan hari jadinya yang ke-5, sebuah momentum penting yang menandai setengah dekade konsistensi dalam memicu perubahan sosial di Jawa Barat.
Suasana perayaan semakin hangat dan penuh makna dengan kehadiran Pendiri Jabar Bergerak, Atalia Praratya.
Kehadirannya memberikan dukungan langsung serta apresiasi tinggi atas dedikasi tanpa batas yang telah ditunjukkan oleh para zilenial selama lima tahun terakhir.
Perjalanan lima tahun ini bukanlah waktu yang singkat. Sejak pertama kali didirikan, JBZ telah berhasil merangkul dan menggerakkan ribuan relawan muda yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Ribuan pasang tangan zilenial ini bergerak serentak dalam berbagai aksi nyata di bidang kemanusiaan, lingkungan, kesehatan, hingga pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan JBZ Kabupaten Cianjur, Rizieq Alman, menilai kehadiran organisasi ini menjadi jawaban atas kebingungan generasi muda dalam menyalurkan potensi besar mereka. JBZ hadir menjadi ruang aman bagi pemuda untuk beraksi nyata.
Menurut Rizieq, Jabar Bergerak Zillenial adalah wadah yang luar biasa bagi pemuda Jawa Barat karena mereka tidak hanya berkumpul, melainkan benar-benar difasilitasi untuk memberikan dampak positif. Salah satu fokus terbesar yang digarap saat ini berada di sektor pendidikan.
Rizieq menegaskan bahwa pemuda harus mengambil peran aktif dan turun langsung menjadi aktor utama yang menutup celah ketimpangan literasi di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Cianjur.
Generasi muda dinilai tidak boleh lagi merasa nyaman hanya dengan menjadi penonton di tengah perkembangan zaman.
Melalui momentum hari jadi yang kelima ini, Jabar Bergerak Zillenial terbukti telah berhasil bertransformasi menjadi wadah yang inklusif dan adaptif bagi pemuda Jawa Barat.
Di dalam wadah ini, potensi besar generasi muda difasilitasi untuk tidak sekadar menyaksikan perubahan, melainkan turun langsung membantu menyelesaikan berbagai tantangan sosial yang ada di daerah mereka masing-masing.