daerah

Disdikpora Cianjur Perketat Pengawasan Jajanan Buntut Belasan Siswa SD Diduga Keracunan

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:33 WIB
Ilustrasi keracunan (Unsplash)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dugaan keracunan makanan menimpa belasan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciadeg di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, usai menyantap jajanan jenis es jeli.

Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setelah para siswa dilaporkan mengalami gejala kesehatan yang serupa secara mendadak.

Keluhan medis mulai muncul tak lama setelah para murid mengonsumsi produk yang dikenal dengan sebutan es jeli tuyul tersebut.

Gejala yang dirasakan para korban meliputi rasa mual yang hebat, pusing, nyeri pada bagian perut, hingga muntah-muntah, yang kemudian viral dan menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.

Kronologi peristiwa bermula saat kegiatan belajar mengajar olahraga berakhir dan memasuki jam istirahat. Sejumlah siswa lantas memanfaatkan waktu luang tersebut untuk membeli minuman dingin dari pedagang yang mangkal di sekitar area institusi pendidikan mereka. Namun, selang beberapa waktu, kondisi fisik beberapa anak mulai melemah secara signifikan.

Merespons situasi darurat tersebut, pihak manajemen sekolah segera melakukan tindakan pertolongan pertama dan menghubungi tim medis setempat.

Guna memastikan keselamatan jiwa para siswa, proses evakuasi dilakukan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit terdekat agar mereka mendapatkan perawatan intensif.

Kepanikan sempat mewarnai lingkungan sekolah saat para orang tua bergegas mendatangi fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi buah hati mereka.

Warga sekitar pun mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap standar keamanan pangan dari berbagai produk makanan yang dijajakan secara bebas di lingkungan pendidikan.

Menanggapi persoalan serius ini, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki R Ramdan, menyatakan bahwa instansinya telah membangun koordinasi intensif dengan pihak sekolah.

Rifki memberikan instruksi tegas agar setiap lembaga pendidikan lebih gencar melakukan sosialisasi mengenai pola konsumsi pangan yang aman bagi para peserta didik.

“Kami menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar berpartisipasi aktif menyampaikan kepada seluruh siswa tentang makanan yang baik, sehat, dan layak dikonsumsi, sehingga siswa tidak sembarang membeli makanan,” ujar Rifki.

Lebih jauh Rifki juga menekankan perlunya peningkatan level kewaspadaan dari pihak sekolah terhadap aktivitas para pedagang yang beroperasi di sekitar gerbang sekolah. Langkah ini dipandang perlu untuk memitigasi risiko terulangnya kasus serupa yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.

“Sekolah dan guru diharapkan lebih aktif lagi dalam mengawasi ketersediaan makanan atau pedagang makanan yang berada di lingkungan sekolah,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB