JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dugaan keracunan makanan menimpa belasan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciadeg di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, usai menyantap jajanan jenis es jeli.
Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setelah para siswa dilaporkan mengalami gejala kesehatan yang serupa secara mendadak.
Keluhan medis mulai muncul tak lama setelah para murid mengonsumsi produk yang dikenal dengan sebutan es jeli tuyul tersebut.
Gejala yang dirasakan para korban meliputi rasa mual yang hebat, pusing, nyeri pada bagian perut, hingga muntah-muntah, yang kemudian viral dan menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.
Kronologi peristiwa bermula saat kegiatan belajar mengajar olahraga berakhir dan memasuki jam istirahat. Sejumlah siswa lantas memanfaatkan waktu luang tersebut untuk membeli minuman dingin dari pedagang yang mangkal di sekitar area institusi pendidikan mereka. Namun, selang beberapa waktu, kondisi fisik beberapa anak mulai melemah secara signifikan.
Merespons situasi darurat tersebut, pihak manajemen sekolah segera melakukan tindakan pertolongan pertama dan menghubungi tim medis setempat.
Guna memastikan keselamatan jiwa para siswa, proses evakuasi dilakukan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit terdekat agar mereka mendapatkan perawatan intensif.
Kepanikan sempat mewarnai lingkungan sekolah saat para orang tua bergegas mendatangi fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi buah hati mereka.
Warga sekitar pun mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap standar keamanan pangan dari berbagai produk makanan yang dijajakan secara bebas di lingkungan pendidikan.
Menanggapi persoalan serius ini, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki R Ramdan, menyatakan bahwa instansinya telah membangun koordinasi intensif dengan pihak sekolah.
Rifki memberikan instruksi tegas agar setiap lembaga pendidikan lebih gencar melakukan sosialisasi mengenai pola konsumsi pangan yang aman bagi para peserta didik.
“Kami menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar berpartisipasi aktif menyampaikan kepada seluruh siswa tentang makanan yang baik, sehat, dan layak dikonsumsi, sehingga siswa tidak sembarang membeli makanan,” ujar Rifki.
Lebih jauh Rifki juga menekankan perlunya peningkatan level kewaspadaan dari pihak sekolah terhadap aktivitas para pedagang yang beroperasi di sekitar gerbang sekolah. Langkah ini dipandang perlu untuk memitigasi risiko terulangnya kasus serupa yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.
“Sekolah dan guru diharapkan lebih aktif lagi dalam mengawasi ketersediaan makanan atau pedagang makanan yang berada di lingkungan sekolah,” katanya.
Artikel Terkait
Timpora Cianjur Perketat Pengawasan WNA dan Edukasi Legalitas Perkawinan Campuran
Perluas Akses hingga Pelosok, Titik Pelayanan Pencetakan Adminduk di Cianjur Kini Tersebar di 11 Lokasi
Tips Sederhana Menjaga Rumah Tetap Sejuk saat Cuaca Terik
Stok Cadangan Beras Pemerintah Melimpah, Bukti Nyata Kontribusi Petani pada Negeri
Sinergi SMAS Al Ittihad dan Ruangguru Cianjur Perkuat Strategi Siswa Menuju PTN
Meninggikan Kasih
Mutiara Pagi: Ruang Ilmu (Bagian 2210)
Diplomasi Lapangan Hijau PKB Cianjur dan Bawaslu Perkuat Sinergi Lintas Sektoral
Langkah Humanis Kapolres Cianjur Sokong Seragam Pengurus DMI Jadi Sorotan di Forum Musda
Bupati Cianjur Proyeksikan Masjid Sebagai Pusat Solusi dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah