JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur, pada hari Selasa tanggal 23 Desember 2025 melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut GP Ansor Cianjur melaporkan terkait realisasi janji Bupati yakni bantuan 25 juta per RT pertahun, insentif guru ngaji dan imam masjid serta bantuan 300 juta per pesantren yang tidak direalisasikan.
Laporan tersebut ditanggapi oleh Direktorat Jenderal Kementerian Bina Pembangunan Daerah dengan langsung menghubungi BAPERINDA Kabupaten Cianjur agar aspirasi daripada masyarakat itu diterima dengan baik dan dijalin komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Cianjur.
"PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur di awal tahun 2026 berencana akan juga melaporkan inkonsistensi mengenai program prioritas Bupati Cianjur dan Wakil Bupati Cianjur kepada Kementerian Dalam Negeri yakni Direktorat Jenderal Otonomi Daerah," ujar Aa Fawaid Abdul Qudus.
Kemudian Eka Pratama Putra menambahkan besar harapannya agar Bupati dan Wakil Bupati Cianjur dapat mewujudkan janji kampanye berupa program strategis dimaksud.
"Untuk itu kami berharap laporan kepada Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dapat menjadi sarana evaluasi terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur yang erat kaitannya dengan sinkronisasi program dan kebijakan strategis pemerintah pusat," tuturnya.
Menurutnya bahwa perilaku Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang tidak menepati janji itu bukanlah sikap seorang pemimpin yang ksatria, hal ini sangat bertolak belakang dengan sikap l Presiden Prabowo yang mengedepankan nilai-nilai kesatria dalam memimpin negeri ini.
Disinggung soal janji politik juga Fawwaz Muhammad Ramdan sebagai Ketua Badan Usaha Milik Ansor Kabupaten Cianjur, menanggapi bahwa bantuan 300 juta perpesantren itu dapat menghidupkan ekonomi pesantren.
Perlu diingat bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan yang diakui oleh negara lewat Undang-Undang Pesantren telah memberikan sumbangsih pada bidang ekonomi sehingga terwujud kemandirian di Kabupaten Cianjur.
"Untuk itu kami sangat menyesalkan bahwa pada kenyataannya pesantren-pesantren di Kabupaten Cianjur hanya dijadikan komoditi politik saja oleh Bupati dan Wakil Bupati Cianjur," ucap dia.
Lebih jauh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Cianjur solid 1 barisan di bawah komando KH Ariful Holiq Zaelani tetap konsisten menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yakni di antaranya adalah bantuan 25 juta per RT per tahun insentif guru ngaji dan imam masjid serta bantuan 300 juta per pesantren.