Terakhir, FAM menyinggung pemberitaan media online yang menyebutkan adanya keluhan warga Cianjur Selatan saat kunjungan Gubernur Jawa Barat.
Keluhan tersebut mengindikasikan bahwa proses pembuatan KTP begitu sulit, bahkan memunculkan dugaan bahwa warga harus menjual hewan ternak (kambing/domba) untuk mendapatkan dokumen kependudukan.
FAM meminta klarifikasi resmi mengenai kebenaran informasi tersebut, standar pelayanan yang seharusnya, dan langkah korektif yang akan diambil Disdukcapil untuk mengatasi kondisi yang merugikan warga.