daerah

Tingkatkan Kualitas Air Kolam, Tim PkM UP45 Serahkan Alat Filtrasi Kepada Pemdes Danguran Klaten

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20:03 WIB



Journalnusantara.com, Klaten - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta melakukan “Serah Terima Alat Filtrasi Berbasis Biofilter dan Karbon Aktif" untuk meningkatkan kualitas air kolam wisata Dukuh Ngipik Desa Danguran, Klaten Selatan, Klaten.

Kegiatan tersebut dalam rangka pelaksanaan Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) pada Kamis (21/8/2025) di Gedung Olah Raga (GOR) Dukuh Ngipik desa setempat.

Tim PkM UP45 terdiri dari Trisno Fallo dan Andri Prasetyo Nugroho dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik (FT) UP45 dan Nurhadi dari Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UP45.

Selain itu, tim juga melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi Teknik Lingkungan FT UP45 yaitu Faras Dessiyana Nurullisa dan Doni Anggara. Kegiatan Serah Terima Alat “Filtrasi Berbasis Biofilter dan Karbon Aktif” yang dirangkai dengan Pelatihan Penerapan Teknologi Filtrasi tersebut berjalan lancar.

Adapun kegiatan diikuti oleh unsur Jajaran Pemerintah Desa Danguran, seperti perwakilan BPD, BUMDes, karang taruna, kelembagaan desa, RT/RW, Gabungan Kelompok Tani dan tokoh masyarakat Desa. Penyerahan diwakili oleh Trisno Fallo selaku Ketua Tim PkM dan diterima Kamta Budi Santosa selaku Kepala Desa Danguran.

Trisno Fallo dalam sambutan acara yang bertema “Penerapan Teknologi Filtrasi Berbasis Biofilter dan Karbon Aktif untuk Meningkatkan Kualitas Air Kolam Wisata di Dukuh Ngipik Desa Danguran”, menyampaikan tentang peran perguruan tinggi dalam melaksanakan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi harus berkontribusi dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat salah satunya pengembangan wisata air melalui peningkatan kualitas air kolam wisata di Desa Danguran ini," ujarnya.

"Kabupaten Klaten ini terkenal dengan potensi alam berupa sumber mata air yang melimpah. Salah satunya di Desa Danguran ini. Potensi tersebut telah dikembangkan oleh pihak Pemdes menjadi potensi wahana wisata air di Dukuh Ngipik. Akan tetapi belum dapat difungsikan secara optimal dikarenakan kualitas airnya," urainya lagi.

"Setelah kita koordinasi dengan warga setempat dan mendapatkan izin dari Pemdes, kita mengadakan riset awal dan melakukan rancang bangun teknologi untuk meningkatkan kualitas air kolam wisata di Desa Danguran ini,” jelas Trisno yang juga dosen Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UP45.

Sementara Andri Prasetyo Nugroho MSc selaku anggota Tim PkM dalam kegiatan tersebut memaparkan tentang kajian kondisi air dan teknologi untuk mengatasinya.

“Hasil uji laboratorium mata air pada kolam wisata dukuh Ngipik, Desa Danguran ini untuk kekeruhan hasil uji menunjukkan, 7,07 + 1,04, pH menunjukkan posisi masih normal atau baik yakni 7,03 + 0,26 dan Besi (Fe) terlarut 0.90 + 0,19 mg/l. Untuk pH nya masih dalam kondisi baik, namun kandungan Besi (fe) terlarut ini yang perlu dilakukan langkah solusi bagaimana menghilangkan kandungannya," terang Andri.

Lebih lanjut Andri mengatakan, "Dari hasil kajian tersebut, Tim PkM UP45 merekomendasikan dan merancang serta membuat alat yaitu Biofiltrasi. Biofiltrasi ini merupakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh warga masyarakat juga jika mengalami masalah kualitas air di lingkungannya."

"Biofiltrasi ini dengan memanfaatkan kandungan Zeolite dan Silica serta Karbon Aktif fungsinya untuk meningkatkan kualitas air khususnya mengurangi kekeruhan air yang tercampur dengan kandungan fe tersebut,” demikian penjelasan Andri yang juga dosen Prodi Teknik Lingkungan FT UP45.

Sedangkan Kades Danguran, Kamta Budi Santosa SH, menyampaikan apresiasinya, "Pemerintah Desa Danguran bersama masyarakat telah berusaha mengembangkan potensi yang ada salah satunya keberadaan wahana kolam wisata di Dukuh Ngipik namun belum optimal," tutur Kamta.

"Kami mengapresiasi positif dan merasa bangga atas kehadiran tim PkM Universitas Proklamasi 45 yang turut serta mengatasi persoalan kualitas air ini. Kami percaya dengan solusi yang direkomendasikan dari civitas akdemika ini. Semoga kualitas air membaik dan dapat difungsikan kembali,” harapnya.

Halaman:

Tags

Terkini