Mutiara Pagi: Suara Hati Rakyat (Bagian 1941)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 06:53 WIB
Ilustrasi Demo Tuntut mundur (pexels.com)
Ilustrasi Demo Tuntut mundur (pexels.com)


(Senandung untuk Negeri)

Dengan nama keadilan ingatlah akan kisah
tentang negeri yang subur dan ramah
Gunung-gunungnya menjulang setia
sungai dan lautnya mengalirkan doa
menyimpan mutiara, harap, dan cinta

Kalau di situ ada yang bertanya:
“Di manakah suara kebenaran bersembunyi?”
Jawabnya ada di desah napas ibu
yang menanak air menggantikan beras
di mata bocah yang menunggu
seribu janji tak pernah tuntas

Di sana terdengar ratap:
menetes peluh dan air mata
dari kening petani yang setia
Jerih disiram hujan
tetapi panen tinggal angan
Alangkah pedih Indonesia
Tanah airku tercinta

Mentari bulat emas
       menyapa sawah yang mulai retak
Mendung pun berarak deras
       namun sumur-sumur kering tak tersentuh hak
Rakyat menengadah
       menyebut nama Allah
Hati mereka berjuta luka
       namun tetap berdoa dengan setia

Kalau di situ ada yang berseru:
“Apakah arti kursi kekuasaan itu?”
Rakyat menjawab dengan getir:
kursi hanyalah kayu
yang akan patah bila dipikul dosa
dan akan tegak bila ditopang amanah

Gunung-gunung bersaksi
bahwa darah para pejuang
pernah menetes di hutan-hutan sunyi
Lautan pun ikut bersaksi
bahwa jiwa nelayan
pernah karam bersama gelombang janji

Namun rakyat tak pernah berhenti bernyanyi:
meski lidah perih
meski suara patah-patah
meski jerit ditelan angin kota
mereka tetap mendendangkan satu lagu:
“Indonesia, jangan kau berpaling dari kami
karena kami adalah denyutmu sendiri.”

Bulan purnama pucat menyapa jalan kampung yang berdebu
Bintang-bintang berkilat menyaksikan rakyat kecil masih bersatu

Maka dengarlah, wahai para pemimpin
suara hati rakyat bukan sekadar bisikan
tetapi doa yang menjelma ombak
menggulung keserakahan
tetapi harapan yang menjelma pelita
menyuluh jalan masa depan bangsa

Malang, 23 Agustus 2025
Salam sehat,

M. Sinal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB

Mutiara Pagi: Amanah (Bagian 2255)

Senin, 29 Juni 2026 | 07:49 WIB
X