JournalNusantara.com - Wow, Presiden Jokowi ternyata sudah 4 kali melakukan Pembelian hewan kurban di tempat Cianjur. Sapi tersebut berjenis Simental dan Limosin dengan bobot 1,5 Ton / ekor.
Presiden Joko Widodo bukan membeli satu ekor saja, tetapi sampai lima ekor.
Baca Juga: Warga Cianjur Yang Terpapar Covid 19 Kini Bisa Gunakan Layanan BPJS Kesehatan
Awalnya, sebelum bisa mengirim hewan kurban ke Istana Negara, penawaran hewan kurban sapi tersebut melalui berbagai proses. Kandang Sapi Sari Tani beberapa kali menawarkan ke berbagai pejabat, hingga akhirnya kabar sapi terbaik tersebut didengar oleh Mantan Walikota Solo.
"Ini menginjak keempat kali, yang dipesan lima, baru fix tiga dengan jenis Simental dan Limosin. Dulu kita sering promosi ke pejabat-pejabat hingga ke provinsi, alhamdulillah direkomendasikan dan masuk nominasinya," ujar Penanggungjawab Kandang Sapi Sari Tani, Faturahman.
Baca Juga: Ada Pungli Dana Bantuan Gempa Cianjur, Penyaluran Stimulan Dihentikan Sementara
Sebelum kembali dipilih, pihak Istana Negara beberapa kali datang ke peternakan yang berada di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang ini, untuk diperiksa kesehatannya.
Bahkan, sapi-sapi yang sudah dipesan, mendapatkan penanganan spesial dengan perawatan ekstra. Bahkan, pengecekan kesehatan terus dilakukan oleh kesehatan hewan.
Ketiga sapi yang sudah pasti dipesan tersebut, ternyata memiliki nama masing-masing yakni Rocky, Bison dan Gomang dengan kondisi badan yang kekar dan besar.
"Semua dicek, darah, lendir hingga kotorannya juga. Supaya dipastikan betul-betul tidak terjangkit penyakit atau ada cacing yang berpotensi sapi menjadi sakit," tuturnya.
Baca Juga: Prediksi Gus Dur Tentang Al-Zaytun
Lima sapi yang dipesan tersebut memiliki berat kurang lebih 1,5 ton dengan panjang kurang lebih tiga meter. Untuk satu ekor sapi, dibandrol harga kurang lebih Rp100-130 juta.
H-1 Hari Raya Idul Adha, sapi yang akan dikurbankan tersebut akan dibawa ke Istana Negara sesuai pesanan dari Presiden Jokowi.
"Pihak istana hanya datang pada saat pemesanan saja dan pemeriksaan, pemeriksaan lanjutannya dari daerah. Nanti H-1 dikriim ke Istana Negara," Pungkasnya.***
Artikel Terkait
Berikut Cara Konversi Motor BBM ke Motor Listrik
Sadiaga Janjikan 3 Kemudahan Kepada Investor India Yang Tertarik Investasi di Bidang Pariwisata
Laksanakan Ibadah Haji, Anies Baswedan Berpesan dan Memohon Maaf serta Do'a dari Warga Indonesia
Resmi, Indonesia Ditunjuk FIFA Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
Tim Pengawas DPR RI Beri Catatan Gelaran Haji 2023
Prediksi Gus Dur Tentang Al-Zaytun
Polres Kota Sukabumi Ringkus Pelaku Dugaan Pencurian Kabel Pabrik Semen
Sajikan Kesejukan Alam, Konon Jembatan Gantung Curug Sawer Sukabumi Terpanjang di Asia Tenggara
Ada Pungli Dana Bantuan Gempa Cianjur, Penyaluran Stimulan Dihentikan Sementara
Warga Cianjur Yang Terpapar Covid 19 Kini Bisa Gunakan Layanan BPJS Kesehatan