JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG BARAT – Mahasiswa Program Studi Gizi Institut Kesehatan Rajawali Bandung, Provinsi Jawa Barat, menciptakan inovasi media pembelajaran kreatif bernama "IRONPLAY".
Media berbasis permainan ular tangga ini dirancang khusus untuk mengedukasi remaja putri mengenai bahaya dan pencegahan anemia defisiensi zat besi.
Inovasi ini diimplementasikan langsung melalui kegiatan edukasi di SMAN 1 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (17/1/2026).
Sasarannya adalah anggota OSIS dan MPK yang diproyeksikan menjadi agen perubahan (agent of change) bagi rekan sebaya di lingkungan sekolah.
Angka Anemia di Bandung Barat Masih Tinggi
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh data kesehatan yang cukup memprihatinkan. Merujuk pada penelitian Wina Wulandari (2025), prevalensi anemia di Kabupaten Bandung Barat mencapai angka 68,3 persen.
Kurangnya asupan zat besi, pola makan tidak seimbang, serta siklus menstruasi menjadi faktor utama pemicu anemia pada remaja putri. Jika dibiarkan, kondisi ini berdampak buruk pada konsentrasi belajar hingga kesehatan reproduksi jangka panjang.
"IRONPLAY hadir sebagai solusi edukasi yang interaktif. Kami ingin peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi aktif berpikir dan berdiskusi lewat cara yang menyenangkan," ujar tim mahasiswa pengembang.
Tim pengembang IRONPLAY terdiri dari Putri Anisa P., Marsa Agrifina Fauziyah, Resa Lestari, Ummi Tsabita, dan Ananda Tias Refita, di bawah bimbingan dosen Kartika Estiani, S.Gz., M.K.M dan Mutiáh Maulaya, S.Tr.Gz., M.K.M.
Belajar Sambil Bermain: Cara Kerja IRONPLAY
Mekanisme IRONPLAY mengadaptasi permainan ular tangga konvensional, namun dengan sentuhan edukatif pada setiap petaknya. Berikut adalah alur kegiatannya:
1. Penyuluhan & Pre-test: Peserta menjalani tes awal untuk mengukur pemahaman dasar sebelum diberikan materi singkat tentang gizi seimbang.
2. Sistem Reward & Punishment: Saat bermain, peserta yang mendarat di petak tertentu wajib menjawab pertanyaan seputar anemia.
3. Jawaban Benar: Mendapat reward maju dua petak.
4. Jawaban Salah: Mendapat sanksi mundur satu petak.
5. Post-test: Evaluasi akhir untuk melihat efektivitas permainan terhadap peningkatan pengetahuan peserta.
Keberlanjutan Program
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, tim mahasiswa menyerahkan unit permainan IRONPLAY secara simbolis kepada pihak OSIS dan MPK SMAN 1 Parongpong.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPRD Cianjur Fasilitasi Rekonsiliasi Dualisme Dekopinda
Grand Aston Puncak Sajikan Menu Iftar Khas Timur Tengah dan Nusantara untuk Ramadan 2026
Haol Masyayikh Sunanulhuda Sukabumi: Merawat Sanad, Menggerakkan Ekonomi Keumatan
Mutiara Pagi: Kebencian adalah Api (Bagian 2103)
Inovasi Gizi di Desa Sirnaraja: Mahasiswa Institut Kesehatan Rajawali Hadirkan Program "SAPA" dan "SEBOTOL EMAS" di Posyandu Kenanga
Risalah Mlangi: Kiai Muda NU DIY Tegaskan Fatwa Syuriah Sah dan Mengikat
LSM GRASI Desak Transparansi Pengelolaan BBM di PT KAI
Le Eminence Puncak Tawarkan Paket Makan Malam Romantis Hari Valentine Mulai Rp 850 Ribu
Mutiara Pagi: Menahan Lisan (Bagian 2104)
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Digital, SMAS Al-Ittihad Cianjur Gelar In House Training Kurikulum Nasional