Yang menjadi sorotan adalah status pedagang yang tiba-tiba dinyatakan ilegal, padahal banyak di antara mereka telah berjualan di lokasi tersebut selama lebih dari 20 tahun dan rutin dipungut retribusi oleh pemerintah daerah.
“Bagaimana mungkin tiba-tiba pedagang dinyatakan ilegal, sementara selama puluhan tahun justru mereka dipungut retribusi oleh pemerintah?” kata Yusuf, perwakilan dari organisasi Sahabat Bomero. Ia menilai hal ini membuktikan bahwa relokasi bukan semata-mata persoalan zonasi, tetapi menyangkut tanggung jawab negara atas kelalaiannya selama ini.
Tuntutan Koalisi: Copot Kasatpol PP
Menyikapi insiden ini, koalisi yang terdiri dari Sahabat Bomero, GMNI, PMII, HMI, YLBH Cianjur, dan RBUC mendesak Pemkab Cianjur untuk mengambil langkah tegas dan segera:
1. COPOT Kasatpol PP dan Damkar sekarang juga!
2. Hentikan segera eksekusi dan tindakan represif di Bojongmeron.
3. Lakukan evaluasi terbuka dengan kehadiran DPRD, Pemkab, dan perwakilan pedagang.
4. Usut dugaan kekerasan aparat dan berikan perlindungan bagi korban.
5. Pastikan seluruh proses kebijakan memenuhi prinsip keterbukaan, keadilan, dan keberpihakan pada warga kecil.
Koalisi menegaskan, keputusan politik yang tidak menghormati kesepakatan bersama dan menggunakan kekerasan hanya akan menghasilkan ketidakpercayaan dan konflik sosial yang berkepanjangan. Mereka menyerukan proses penataan yang lebih bermartabat, terbuka, manusiawi, dan adil.
Artikel Terkait
Proses Penetapan Pahlawan Nasional di Indonesia
Mahasiswa Al-Azhary Desak Evaluasi Satpol PP Usai Aksi Represif terhadap PKL Bomero
Pernyataan Sikap Resmi Cianjur Independent Society (CIS) Mengenai Insiden Kekerasan dalam Upaya Penggusuran Pedagang di Pasar Bomero
Mutiara Pagi: Kebanyakan Tapi (Bagian 2026)
Penggusuran, Dilema Kesejahteraan dan Tata Kota
Manfaat Buku
Menata Ruang Publik dengan Keadilan dan Solusi
Desa Mandiri, Strategi Penataan Holistik untuk Kesejahteraan
Mutiara Pagi: Dunia Tak Hanya Diatur Pasal (Bagian 2027)
PMII Cianjur Kritik Keras Pemkab: Gunakan Kekerasan dalam Penggusuran Pasar Boemero, Aspirasi Rakyat Diabaikan