Kado Satu Abad NU, Jadilah Lebih Berkontribusi Nyata Bagi NU dan NKRI

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 6 Februari 2023 | 09:42 WIB
Kado Satu Abad NU, Jadilah Lebih Berkontribusi Nyata Bagi NU dan NKRI (Instagram @nugresik)
Kado Satu Abad NU, Jadilah Lebih Berkontribusi Nyata Bagi NU dan NKRI (Instagram @nugresik)

Oleh: Nurul Azizah

Sekarang sudah masuk tahun 1444 H, artinya kalau dihitung dengan tahun hijriyah NU berusia 100 tahun atau satu abad. Tepatnya 16 Rajab 1444 H, bertepatan dengan Hari Selasa, 7 Februari 2023. Sahabat-sahabat dan poro sedulur NU masih bertanya ke penulis. Apa benar NU sudah berusia satu abad, padahal NU lahir 31 Januari 1926, apakah satu abadnya tidak tahun 2026.

Wajar saja pertanyaan itu muncul, karena di era melinial tahun hijriyah tidak begitu populer di kalangan generasi melenial. Yang mereka kenal adalah tahun Masehi. Untuk peringatan satu abad NU, PBNU sepakat menggunakan hitungan tahun hijriyah. NU didirikan 16 Rajab 1344 H dan diperingati satu abad pada tanggal 16 Rajab 1444 H. Kebetulan 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926.

Selisih tahun hijriyah dengan Masehi sekitar kurang lebih 11 hari. 11 x 100 tahun = 1.100 hari : 360 = 3,055 dibulatkan 3 tahun. Jadi selisih antara tahun 2.023 - 2026 = 3 tahun. Mudah-mudahan bisa dimengerti agar tidak muncul pertanyaan yang sama berulang-ulang.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa tema satu abad NU adalah *Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru.

Baca Juga: Bisnis Pesan Makanan dan Minuman Daring Menggiurkan

Hal ini disampaikan saat konferensi Pers Kick Off Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (20/6/2022).

NU dikenal sebagai perkumpulan yang selalu terbuka terhadap problematika umat. Menjaga nilai-nilai tradisi Nusantara yang berguna bagi umat dan mengambil secara selektif nilai-nilai baru yang lebih berguna bagi umat.

Dalam menyongsong satu abad NU, Gus Yahya menyampaikan : "Ditubuh NU sendiri memiliki ulama-ulama yang cerdas dan pasti memiliki gagasan-gagasan bernas."

Sinonim 'bernas' antara lain berbobot, berisi, berkualitas, bermakna, bermutu dan memiliki banyak karya dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

Gus Yahya dalam pidatonya, "Saya hanya menyampaikan gagasan-gagasan yang sudah disampaikan oleh kiai-kiai kita sejak lahirnya Nahdlatul Ulama sampai sekarang."

Salah satu kiai NU yang nyentrik yang penulis ketahui seperti Gus Dur, Gus Mus (KH. Mustofa Bisri), Gus Muwafiq, Gus Miftah, Gus Baha dan lain-lainnya. Beliau-beliau ulama NU tapi tidak pernah ngaku ulama, agar bisa merangkul semua elemen masyarakat.

Baca Juga: 31 Perguruan Tinggi Meriahkan Altie Campus Expo 2023

Semua amalan yang diajarkan melalui musik, seni, budaya, sastra, sejarah dan lain-lain. Tidak lupa pula kiai-kiai tersebut mengajarkan amalan-amalan NU seperti sholawatan, tahlilan, manaqiban, ziaroh kubur, yasin dan tahlil, semak'an quran dan lain-lain amalan NU. Mereka memperkenalkan semuanya dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X