Kompleksitas Dunia Modern dan Solusi Islam

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 31 Desember 2022 | 05:52 WIB
Imam Shamsi Ali (Seth Wenig)
Imam Shamsi Ali (Seth Wenig)

Paham dan sistem hidup material ini membawa dunia modern kepada situasi yang tidak menentu (uncertain). Bahkan tidak jarang ketidak menentuan itu dibentuk (designed) agar manusia yang sejatinya menjadi subyek (pelaku) kehidupan terbalik menjadi obyek (korban) demi keberlangsungan paham dan gaya hidup materialis itu.

Akibatnya manusia dalam hidupnya menjadi obyek dunianya. Sebuah realita yang menentang fitrah manusia sebagai “master” yang telah diberikan amanah oleh Pencipta untuk memiliki dan mengatur dunia ini. Posisi manusia sebagai khalifah (inni jaa’ilun fil-Ardhi khalifah) sejatinya merefleksikan realita amanah kepemilikan dan menejemen dunia dari Allah kepadanya.

Realita kehidupan manusia seperti di atas kemudian melahirkan kehidupan yang terasa “disoriented” (kehilangan arah) dan “meaningless” (kurang bermakna). Hal inilah yang kemudian menjadikan hidup manusia melahirkan “uncertainty” (ketidak menentuan), “confusion” (kebingungan), bahkan ragam “chaos” (hidup yang kacau balau).

Pertamyaan yang kemudian Umat ini harus tanyakan adalah dengan modal agama yang Haq (diinul haqq) bagaimana menghadirkannya agar menjadi solusi bagi Kompleksitas kehidupan modern manusia? (Bersambung….).

NYC Subway, 30 Desember 2022

*(catatan dari khutbah hari ini…).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X