JournalNusantara.com - Di era digitalisasi saat ini, banyak berkembang berbagai media-media baru yang berpotensi menggeser keberadaan media mainstream yang telah lama hadir di tengah masyarakat.
Kemunculan media sosial membuka peluang bagi setiap masyarakat untuk memproduksi berbagai jenis konten yang menjadi konsumsi pribadi maupun publik. Pada saat yang bersamaan, industri media mainstream mengalami disrupsi, hal ini tentunya menjadi tantangan yang serius bagi industri media.
Dengan pesatnya perkembangan media sosial, maka masyarakat menjadi semakin mudah dalam mengakses dan menyebarkan informasi. Oleh karena itu, saat ini muncul yang namanya Citizen Journalism atau jurnalisme warga. Junalisme warga diartikan sebagai parktik pencarian berita yang dilakukan oleh warga.
Baca Juga: Refa Audina: Peluang dan Tantangan Media Massa di Era Media Digital
Warga yang dimaksud adalah mereka yang bukan jurnlis profesional. Jadi jurnalisme warga itu bisa dilakukan oleh siapapun tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik. Praktik jurnalisme ini tentunya berbeda dengan jurnalisme profesional, media yang digunakan biasanya berupa web atau media sosial pribadi.
Citizen journalism berkembang pesat di Indonesia, sebab tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia. Hal ini dibuktikan ketika terjadi sebuah peristiwa atau kejadian yang mengejutkan, maka media sosial yang akan terlebih dahulu mengabarkan ke publik dibanding media mainstream. Penggunakan media sosial membuat publik lebih cepat dalam mendapatkan informasi terbaru.
Apakan citizen journalism menjadi ancaman bagi media mainstream?
Melalui media sosial atau blog pribadi, seseorang dapat melakukan reportase warga (citizen journalism) yang berupa informasi maupun opini, hal tersebut justru dapat memperkaya informasi bagi media dan juga masyarakat.
Baca Juga: Kompak, JMSI Jawa Barat Bergerak Serentak Bantu Korban Bencana Gempa Cianjur
Oleh karena itu, citizen journalism bukanlah sebuah ancama bagi media maistream, tetapi dapat menjadi pelengkap dari media itu sendiri. Bahkan citizen journalism juga menjadi tantangan bagi media karena banyaknya kontributor informasi yang diberikan oleh citizen journalism.
Jika citizen journalism dikelola dengan baik, maka akan memberi keuntungan bagi media, terutama media online. Karena saat ini media online dapat disetarakan dengan media cetak maupun televisi dan radio.
Citizen journalism juga tidak mengancam wartawan atau jurnalis, karena mereka bukanlah sebuah profesi tetapi hanyalah kontributor yang memberitakan apa yang mereka lihat terkait suatu kejadian.
Baca Juga: Muhamad Aziz Sopyan: Membongkar Makna Bhineka Tunggal Ika, Merekat Kesatuan dalam Keragaman
Artikel Terkait
SMK Nurul Islam Affandiyah Cianjur Melakukan Penggalangan Dana Bantu Korban Gempa
HIMAT Cabang Bandung Turun ke Jalan Galang Donasi Bantu Korban Gempa
Sheila Mafaizah: Merawat Ingat, Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Hafidh Kautsar Afdhila : Anak Muda Membincang Pancasila, Harapan dan Tantangan
Gempa Cianjur, Korban Harap-harap Cemas di Tenda Pengungsian
Muhamad Aziz Sopyan: Membongkar Makna Bhineka Tunggal Ika, Merekat Kesatuan dalam Keragaman
Bravo Komando Grup (BKG) Peduli dan Berbagi dengan Korban Bencana Gempa Cianjur
Peduli Kemanusiaan, Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Al-Ittihad Galang Donasi Bagi Korban Gempa Bumi Cianjur
Kompak, JMSI Jawa Barat Bergerak Serentak Bantu Korban Bencana Gempa Cianjur
Refa Audina: Peluang dan Tantangan Media Massa di Era Media Digital