Muhamad Aziz Sopyan: Membongkar Makna Bhineka Tunggal Ika, Merekat Kesatuan dalam Keragaman

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Kamis, 24 November 2022 | 19:50 WIB
Keragaman Budaya Indonesia, kekayaan yang tak ternilai di mata dunia internasional. Bhineka Tunggal Ika merupakan perekat semangat kebangsaan yang tidak boleh pudar.  (Sumber google )
Keragaman Budaya Indonesia, kekayaan yang tak ternilai di mata dunia internasional. Bhineka Tunggal Ika merupakan perekat semangat kebangsaan yang tidak boleh pudar. (Sumber google )


JournalNusantara.com - Ketika bangsa Indonesia ditanya tentang moto atau semboyan dari bangsanya sendiri, serentak mereka akan bilang “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat ini memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dan bahkan telah melekat bagi bangsa Indosnesia. Ketika mereka ditanya perihal artinya sendiripun mereka akan serentak menjawab “berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Namun yang menjadi pertanyaannya, pemahaman bangsa ini terhadap Bhinneka Tunggal Ika apakah telah sampai pada akar maknanya sendiri? Ataukah hanya sebatas tahu terhadap kalimatnya saja?.

Baca Juga: Hafidh Kautsar Afdhila : Anak Muda Membincang Pancasila, Harapan dan Tantangan

Dilihat dari artinya sendiri, kata “Berbeda-beda” mempunyai arti “Keberagamaan”. Yang mana keberagaman ini merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dan bahkan itu merupakan hukum alam yang setiap manusia tidak akan dapat terhindar daripadanya. Dilihat dari perspektif agama, keberagaman jelas tercantum dalam Al-Qur’an dan memang merupakan anugerah dan sunnatullah yang tidak dapat dihindari oleh setiap makhluk yang hidup di muka bumi ini.

Maka yang menjadi pembahasannya adalah tentang sikap manusia sendiri dalam menghadapi keberagaman ini. Manusia akan diberikan pilihan tentang akan dijadikan apa keberagaman ini, apakah akan mereka jadikan sebagai suatu sarana mencapai kebahagian dan perdamaian, atau malah dijadikan sebagai salah satu penyebab pertikaian dan pertengkaran terhadap sesama makhluk hidup.

Baca Juga: Sheila Mafaizah: Merawat Ingat, Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa

Hadirnya Bhinneka Tunggal Ika pada setiap jiwa bangsa Indonesia, menjadikan pedoman dan juga petunjuk arah bagi bangsa ini untuk mencapai kebahagiaan dan perdamaian antar individu maupun kelompok. Dengan Bhinneka Tunggal Ika ini, bangsa Indonesia akan senantiasa menatap masa depan bangsa dengan satu tatapan yang sama, sehingga meskipun apa yang hari ini dilakukan oleh setiap individu ataupun kelompok di Indonesia berbeda-beda, namun mereka tetap memilliki satu cita-cita yang sama bagi bangsa Indonesia.

Maka pada hakikatnya mereka adalah satu yaitu “Bangsa Indonesia”. Oleh karena itu, jika memang Bhinneka Tunggal Ika ini telah benar-benar dipahami maknanya dan juga melekat jelas pada setiap jiwa bangsa Indonesia, dapat dipastikan salah satu ancaman yang datang dari dalam bangsa ini sendiri seperti terjadinya pertengkaran dan pertikaian antar suku bangsa ataupun kelompok lainnya dapat dihindari.

Baca Juga: Korban Meninggal Bertambah Jadi 271 Orang, Gempa Cianjur Bikin Tagiwur

Inilah bangsa Indonesia, yang dianugerahi perbedaan yang beragam namun tetap satu wujud cita-cita yang sama demi masa depan bangsa, yang disatukan dalam “Bhinneka Tunggal Ika”. Mungkin selayaknya dipertanyakan jika seseorang dari bangsa ini masih menganggap lebih dari yang lain dan masih bertikai serta bertengkar antara satu dengan yang lainnya.

Maka dari itu pentinglah kiranya seluruh warga negara bangsa Indonesia ini dapat memahami dengan secara eksplisit tentang makna sesungguhnya yang dikandung oleh Bhinneka Tunggal Ika, sehingga nilai luhur dan cita-cita mulia Bhinneka Tunggal Ika dapat benar-benar terealisasi bukan hanya sekedar ekspektasi belaka yang tak pernah ada bukti nyata.*** (Muhamad Azizs Sopyan/1224030068/MD - 1B)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X