JournalNusantara.com - Mengutip Republika (14/11) bahwa Anies diundang oleh Panitia KTT G-20 untuk menjadi salah satu pembicara di Nusa Dua Bali. Anies diminta menjadi salah satu narasumber terkait kepemimpinannya di Provinsi DKI Jakarta, khususnya pengendalian emisi karbon.
Anggota komisi VI DPR RI dari Partai Demokrat, Herman Khoeron mengungkapkan di sosial
media, bahwa kehadiran Anies Baswedan dalam forum G20 menunjukkan kinerja Anies diakui dunia, dalam hal ini menunjukkan kapasitas serta kompetensi yang diakui dunia internasional.
Adapun menurut loyalis Anies yang bernama Jamaluddin Ritonga, Dosen universitas Esa Unggul menyatakan bahwa diundangnya Anies membuktikan bahwa dia memang bekerja keras dan berprestasi selama memimpin DKI Jakarta. Sampai ada netizen yang membandingkan presiden Jokowi dengan Anies bahwasanya ada yang keringetan di ruangan ber-Ac.
Baca Juga: Jiwa Pancasila Menghadapi Tantangan Kebangsaan yang Kian Komplek
Sehingga banyak orang yang merasa heran. Anies itu sehebat apa sih sampai-sampai diundang untuk hadir bersama para kepala negara? Dia di undang sebagai pembicara khusus atau apa? Kalo ini berita bohong kenapa sih bisa disiarkan selevel Republika?.
Apalagi beredar pula video yang menunjukkan Anies sedang diwawancarai seorang bule
dalam sebuah acara resmi, dan itu semakin memperkuat keadaan bahwa kehadiran Anies sebagai pembicara di G20.
Akan tetapi kebohongan semacam itu secara mudah akan terbongkar. Dan dalam hal ini Anies emang hadir di Bali tetapi bukan di G20, dan pak Anies sendiri tidak pernah bilang dia hadir di G20 dalam berita Republika sendiri tertulis, bahwa sebenarnya ada kutipan di Twitter Anies dengan sebuah kehormatan diundang sebagai pembicara dalam acara Bloomberg NEF Summit, salah satu side event di G20 dan B20, dinusa Dua, Bali.
Berbagi pengalaman tentang berbagai upaya yang telah dilakukan di DKI Jakarta dalam menghadapi perubahan iklim. Artinya pak Anies sendiri tidak berbohong, tapi kenapa Republika sampai salah menulis?
Baca Juga: Keragaman dalam Kesatuan, Perekat Kebhinekaan di Negeri Kepulauan
Bisa jadi karena wartawan Republika itu sendiri fansnya pak Anies atau hanya kecerobohan saja. Sebenarnya kubu Anies tidak perlu sampai harus berbohong seperti itu, karena hadirnya dan menjadi pembicara di Bloomberg NEF Summit itu sebenarnya sudah cukup prestisius.
Nah yang disebut dengan Bloomberg adalah lembaga konsultan dan penelitian yang memfokuskan diri pada isu-isu peralihan energy. Dan saya membaca dari warta ekonomi.co.id Anies Baswedan menjadi pembicara ajang side event G20, Bali.
Bloomberg NEF Summit, bahwa calon presiden partai Nasdem tersebut
mengaku dirinya diundang dalam gelaran tersebut, padahal yang sebenarnya adalah Anies
Baswedan sendiri lah yang mengajukan menjadi pembicara dengan mengisi formulir.
Tapi wajar juga sih kalo pak Anies di undang sebagai pembicara, karena selama ini yang
kita tahu di sosmed beliau memang terkenal membranding dirinya sebagai gubernur yang pro dalam pembangunan ramah lingkungan, jadi tidak menutup kemungkinan jikalau pak Anies diminta untuk menshare pengalamannya di Jakarta.
Akan tetapi pak Anies harus mengklarifikasi bahwa dia tidak diundang ke G20 kepada publik, sehingga dapat mengharumkan lagi namanya setidaknya dapat mengurangi penilaian buruk para netizen karena kasus hoax ini.
Artikel Terkait
"JMSI Jabar Peduli Bencana" Salurkan Bantuan Korban Terdampak Gempa Cianjur
Pusdalops BNPB Sebut 25 Warga Cijedil Tertimbun Reruntuhan Bangunan
Gempa di Cianjur Diprediksi Berulang Setiap 20 Tahun, BMKG: Kontruksi Rumah Harus Tahan Gempa
Korsel Akan Berikan Bantuan Korban Gempa Cianjur $500.000 dolar AS
Hoax, Gunung Gede Pangrango Erupsi
Memaknai Kembali Bhineka Tunggal Ika dalam Jiwa Muda Indonesia
Banyak Lokasi Belum Tersentuh, GUSDURian Peduli Ajak Orang Baik Bantu Korban Gempa Cianjur
Hadapi Tahun Politik 2024, Tingkatkan Pendidikan Politik Rakyat !
Keragaman dalam Kesatuan, Perekat Kebhinekaan di Negeri Kepulauan
Jiwa Pancasila Menghadapi Tantangan Kebangsaan yang Kian Komplek