Keempat, beban ganda yang masih dirasakan banyak perempuan. Di tengah tuntutan untuk berkarier, perempuan tetap dihadapkan pada ekspektasi untuk mengurus rumah tangga. Kondisi ini seringkali menimbulkan tekanan fisik dan mental yang tidak ringan.
Penutup
“Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah ungkapan yang sangat terkenal dari Raden Ajeng Kartini, yang juga menjadi judul kumpulan surat-suratnya (dalam bahasa Belanda: Door Duisternis tot Licht).
“Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar kalimat motivasi, tetapi simbol perjuangan dan optimisme, bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik selalu mungkin terjadi, meskipun harus melalui masa sulit terlebih dahulu.
Emansipasi Kartini di era globalisasi bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga melanjutkan perjuangan dengan cara yang relevan dengan zaman. Perempuan Indonesia saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang, namun juga perlu menghadapi berbagai tantangan dengan kesiapan, pendidikan, dan solidaritas.
Semangat Kartini harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan penghargaan terhadap peran perempuan di segala bidang. Dengan meneladani perjuangan Kartini serta tokoh-tokoh inspiratif lainnya, perempuan masa kini diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat. Dalam konteks globalisasi, emansipasi bukan hanya tentang hak, tetapi juga tentang kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, dan berkontribusi secara nyata.
Cianjur, 21 April 2026
*Dosen, Advokat LBH Cianjur