Menelusuri Jejak Iman Para Pelajar

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 23 Agustus 2023 | 17:36 WIB
Ilustrasi pelajar Madrasah.
Ilustrasi pelajar Madrasah.


Oleh: Nanang Gojali

Aspek ajaran yang paling fundamental dalam setiap agama adalah keimanan. Termasuk dalam Islam. Kenapa fundamental? Karena iman itu ibarat pondasi dalam sebuah bangunan. Kokoh dan rapuhnya bangunan bergantung pada kokohnya pondasi.

Iman itu keyakinan akan hal-hal yang bersifat immaterial, metafisis dan non empirikal. Dalam terminologi Islam, hal-hal ghaib yang bersifat _sam'iyyat_, yang sumbernya adalah informasi dari Allah dan RasulNya yang dijamin pasti kebenarannya.

Penanaman akidah dan keimanan kepada anak perlu dilakukan sedini mungkin. Mumpung potensi keagamaan anak masih baik dan belum banyak tercemari dengan pergaulan dan lingkungan yang tidak baik. Disinilah pentingnya peran orang tua dalam penanaman dan pembinaan keimanan anak.

Mengamati fenomena kehidupan anak-anak remaja usia sekolah pada beberapa bulan terakhir ini, dimana sering terjadi kasus kekerasan dan merebaknya geng motor yang dilakukan kalangan anak muda, dapat dipastikan salah satu penyebabnya karena belum tertanamnya keimanan. Selain tentu saja banyak faktor yang lain.

Untuk mendapatkan keterangan empirik bagaimana keimanan kaum remaja muslim, penulis melakukan survey ke beberapa sekolah menengah atas yang ada di kota Cianjur.

Penulis membagikan kuesioner kepada 400 orang peserta didik. Pertanyaan yang diajukan kepada mereka adalah:
1. Apakah Anda percaya bahwa perbuatan Anda diketahui dan diawasi oleh Allah?
2. Apakah Anda percaya bahwa seluruh perbuatan Anda dicatat oleh malaikat?
3. Apakah Anda percaya akan adanya siksa kubur?
4. Apakah Anda percaya akan adanya hari kebangkitan?
5. Apakah Anda percaya akan adanya hari akhirat?

Dari 400 peserta didik, yang menjawab percaya untuk semua item pertanyaan sebanyak 388 orang (97%). Sisanya 12 orang (3%) menjawab ragu-ragu.

Dari hasil survey ini terkonfirmasi dua hal:
1. Bahwa guru PAI boleh berbahagia karena KBM khususnya dalam bidang akidah cukup berhasil.
2. Meskipun angkanya kecil hanya 12 orang yang menyatakan masih ragu-ragu akan adanya hal-hal gaib, tetapi hal ini menjadi masalah serius jika dibiarkan terus berkembang dan tidak ditangani dengan serius. Selain jumlahnya bisa bertambah, juga secara kualitatif keragu-raguan itu akan menjadi tidak percaya sama sekali.

Pesan penting dari tulisan ini, bahwa jika bangsa dan negara ini ingin baik menjadi _baldatun thoyyibatun warabbun ghafur_ maka negara ini harus diisi dengan generasi yang beriman dan bertaqwa.

Wallahu a'lam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X