Forum Negarawan Ingin Membangun Bangsa dan Negara Berlandaskan Pada Etik Profetik (Bag 1)

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Rabu, 23 Agustus 2023 | 14:26 WIB
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)

Oleh : Jacob Ereste

Fenomena Rocky Gerung yang terkesan menggedor langit itu akibat krisis kepemimpinan dalam arti ketauladanan dan panutan, sebagai penuntun jalan berdasarkan akal sehat. Sama halnya dengan kehadiran Forum Negarawan yang beranjak dari Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) yang diwasiatkan oleh Gus Dur bersama Susuhunan Paku Buwono XII dan KH. Dr (Hc) Habib Khirzin serta tokoh nasional lainnya.

Baca Juga: Perjanjian Bisnis Perusahaan Indonesia Dengan Asing Yang Dibuat Tanpa Bahasa Indonesia Batal Demi Hukum

Esensi dari gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual itu diurai lebih mendetail melalui Forum Negarawan bersama sejumlah ahli dan pakar, baik dari kalangan akademis serta militer maupun dari kalangan profesional dan aktivis pergerakan yang ada di Indonesia.

Karena itu, anggota Forum Negarawan juga terserak di berbagai tempat, berbagai daerah dan negara dengan tetap membangun komunikasi dan bertukar informasi untuk kemudian saling dipublikasikan agar dapat memberi manfaat bagi orang banyak.

Baca Juga: Status Bunga Yang Terus Dikenakan Oleh Bank Kepada Debitur Setelah KreditT Macet Tidak Dibenarkan Oleh Hukum

Gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman yang paling esensial itu diteruskan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu dengan cara menghimpun sejumlah tokoh Nasional dari berbagai disiplin ilmu maupun profesi serta latar belakang rutin berkumpul untuk menyampaikan pandangan serta evaluasi kritisnya ikhwal negara dan bangsa Indonesia untuk menghadapi beragam masalah yang semakin rumit dan pelik dalam geopolitik global yang meliputi segenap aspek kehidupan, baik dalam tataran lokal, regional, nasional maupun Internasional.

Baca Juga: Sebab Cina Menuju/ Menjadi Negara Maju (Bag 2)

Karena itu wajar pada pertemuan rutin bulanan setiap tanggal 11, beragam masalah dikemukakan untuk dicarikan jawaban terbaik hingga kemudian bisa disosialisasikan secara lebih meluas untuk menjadi acuan atau sekedar pembanding bagi warga masyarakat.

Fenomena yang terkesan membetot jantung kesadaran semesta di negeri ini tampak jelas akibat krisis kepemimpinan yang berakhlak mulia untuk mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi. Memposisikan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan kelompok atau gang persekongkolan, baik dalam skala lokal maupun skala internasional yang mengancam kebangkrutan negeri kita ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X