Bahaya Paham Radikal Komunis Maoisme Yang Akan Diterapkan di Indonesia

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Senin, 14 Agustus 2023 | 16:56 WIB
Mao Zedong, Bapak Pendiri Republik China (history)
Mao Zedong, Bapak Pendiri Republik China (history)

Paham Maoisme hakekatnya adalah KGB 'Komunis Gaya Baru'. Yang sebenarnya Sekulerisme itu sendiri yang telah diterapkan oleh penguasa oligarki dengan berlahan tapi pasti.

Strategi paham Maoisme yang dilakukan oleh PKC (Partai Komunis Cina) di dilapangan di Indonesia secara TSM Terstruktur, Sistematis dan Masif adalah sbb :

1. Pertama melalui lembaga kaki tangannya yang berada di pemerintah dengan menyerang komponen Islam di Indonesia melalui pemahaman ke masyarakat dengan melabelkan bahwa Islam adalah arabisasi atau budaya asing.


Kedua dengan memberangus seluruh komponen gerakan Islam dengan mematikan Tiga Pilar Pusat Peradaban Islam di Indonesia yaitu :


1. Masjid
2. Pondok Pesantren
3. Kampus


Dengan di issukan ketiga komponen tersebut telah terpapar radikalisme dan terorisme

Baca Juga: Masihkah Memiliki Rasa Malu

2. Menyerang komponen Kerajaan Kesultanan Nusantara, strategi pertama secara halus dengan merangkul komponen kerajaan setelah itu kerajaan akan dipressure ditekan agar Kerajaan hanya berupa simbol icon budaya dan pariwisata.
Strategi kedua secara eksterim, terstruktur dan masif peranan komponen Kerajaan Nusantara di issukan sebagai simbol feodalisme dan kediktatoranisme.

Paham Maoisme telah terafiliasi dengan gerakan KGB (Komunis Gaya Baru) di Indonesia secara terstruktur, sistematis dan masif targetnya operasinya pertama adalah memberangus Dua Komponen Strategis bangsa yaitu Umat Islam Indonesia dan Kerajaan Keraton Nusantara.

Strategi gerakan pemikiran Maoisme adalah dengan menyerang pikiran, memelintir logika, membengkokkan iktikad, membuat fitnah, membenturkan agama dengan budaya, menghasut ideologi melunturkan dan meruntuhkan keyakinan.

Hati-hati Dan Waspadalah.***

Penulis adalah : Pengamat Spiritualis Geopolitik Geostrategi Intelijen Militer & Pengamat Budaya Sejarah Peradaban Kerajaan Nusantara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X