Oleh : Satria hadi lubis
Seorang ayah yang mengajarkan anak lelakinya tentang makna menjadi lelaki jantan.
Baca Juga: Jangan Sinis !!
Lelaki jantan tak hidup mengandalkan perasaannya (suka atau tidak suka pada sesuatu), tapi hidup dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Jika menjadi ayah, otomatis ia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tak perlu puji dan balas jasa untuk banting tulangnya melindungi keluarga.
Baca Juga: Keistimewaan Daun Kelor
Lelaki jantan tak menjadi pengecut hanya gara-gara perasaan suka atau tak suka. Lalu patah dengan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ayah.
Lelaki jantan menatap dunia yang keras ini dengan sikapnya, bukan dengan perasaannya.
Baca Juga: 7 Tips Dekati Calon Mertua
Namun bukan berarti lelaki jantan tak punya perasaan, tapi perasaannya ditundukkan oleh akal sehatnya yang mengerti apa arti tanggung jawab dalam berbagai peran hidupnya.***
Artikel Terkait
MA Tolak PK Moeldoko, DPC Partai Demokrat Kab. Cianjur Sebut Ini Kado terindah Ultah Ketum (AHY) Yang ke 45
Pengurus PAMHU Resmi Dilantik, Prof Dindin Solahudin Jabat Ketua
7 Tips Dekati Calon Mertua
Keistimewaan Daun Kelor
Sejarah Indonesia Tanpa Masa Lalu (Bag 1)
Jangan Sinis !!
Insiden Pembakaran Bendera PDIP Saat Unras, Politisi PDIP Geram
Wapres Sebut Standar Kompetensi Salahsatu Faktor Loker Naker Luar Negeri Belum Terisi Maksimal
Kang Deden Nasihin (Denas) Optimalkan Peran Parlemen dalam Percepatan Pembangunan Cianjur Selatan
Rayakan Ultah ke 45, Ketum DPP Partai Demokrat Luncurkan Buku Tetralogi Transformasi AHY