Keajaiban Alquran dari Segi Ilmu Matematik

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 11 Juni 2023 | 09:17 WIB
Adakah Ilmu Matematika dalam Qur'an? (Pixabay)
Adakah Ilmu Matematika dalam Qur'an? (Pixabay)

 
Oleh : Nanang Gojali


Alquran adalah kitab kumpulan firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw sebagai rasul terakhir yang bertugas membimbing seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Fungsi utama Alquran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (QS.2:2) dan bagi manusia (QS.2:185).

Jauh sebelum menurunkan Alquran, Allah telah menurunkan tiga kitab kepada tiga rasul sebelum nabi Muhammad. Yaitu, kitab Zabur kepada nabi Daud As, kitab Taurat kepada nabi Musa As, dan kitab Injil kepada nabi Isa As. Ketiga kitab tersebut memiliki fungsi utama yang sama dengan Alquran, sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Keempat kitab tersebut tidak turun kedalam ruang yang hampa, melainkan turun ke ruang planet bumi yang pengisi utamanya adalah manusia dengan dinamika kesejarahannya. Keempatnya turun secara berkesinambungan pada situasi dan kondisi serta kurun yang berbeda-beda. Nabi Musa diutus dan menerima kitab Taurat kira-kira tahun 1316 SM. Nabi Daud diutus dan menerima kitab Zabur kira-kira tahun 1010 SM. Nabi Isa diutus dan menerima kitab Injil pada tahun 30 Masehi. Sedangkan nabi Muhammad saw diutus dan menerima Alquran pada tahun 611 Masehi pada usia belau 40 tahun.

Rentang waktu yang sangat jauh antara masing-masing risalah keempat nabi penerima kitab (nabi Musa ke nabi Daud 1300 tahun, nabi Daud ke nabi Isa 1010 tahun, dan dari nabi Isa ke nabi Muhammad saw 611 tahun) tersebut, akan menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika dalam kehidupan manusia. Bukan saja dalam soal kebudayaan tetapi juga dalam soal kepercayaan kepada Tuhan. Maka dalam kontek terakhir ini, adalah sangat masuk akal jika Allah secara berkesinambungan menurunkan kitab-kitabnya. Tujuannya untuk meluruskan kembali akidah yang karena perubahan zaman sudah banyak menyimpang.

Memperhatikan perbedaan rentang waktu dari ke empat rasul penerima kitab, rentang waktu yang relatif paling pendek adalah dari nabi Isa ke nabi Muhammad saw sebagai rasul terakhir dan sekaligus penerima kitab terakhir. Hanya 600-an tahun. Tetapi dalam rentang waktu itu, penyimpangan ajaran monoteisme yang diajarkan oleh para nabi dan rasul ke polyteisme dan paganisme sedemikian parahnya dan berpuncak pada masa kebodohan akidah yang dusebut dengan jahiliah. Dan masa ini terjadi menjelang kelahiran Muhammad saw. Selain kelahiran dan kehadiran Muhammad saw sebagai nabi dan rasul dalam waktu yang tepat dengan misi utama memberantas kebodohan akidah masyarakat jahiliyah, sebagai nabi dan rasul terakhir, beliau pun membawa misi penyempurnaan terhadap misi risalah para rasul seniornya terutama bagi ketiga rasul penertima kitab sebelumnya.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Usaha, Ikhtiar NU Peduli Kemanusiaan Cianjur bagi Penyintas Gempa

Sebagai kitab samawi terakhir, Alquran adalah petunjuk hidup terakhir yang diturunkan Allah untuk manusia. Alquran menyempurnakan aturan seluruh aspek kehidupan manusia. Dari soal mengurus negara sampai dengal soal cara bagaimana bersuci, semuanya sudah lengkap diatur dalam Alquran. Sedikit pun tidak ada yang Kami tinggalkan dalam Alquran (QS....). Hari ini Kusempurnakan untumu agamamu, dan Aku sempurnakan untukmu nikmatKu, dan Aku ridha Islam sebagai agamamu.... (QS.4:3).

Kesempurnaan Alquran tidak berhenti sampai pada petunjuk kepada manusia bagaimana menempuh perjalanan hidup yang benar dan bagaimana umat muslim mengimani Alquran sebagai firman Allah yang mengandung kebenaran absolut, melainkan menembus berbagai dimensi kehidupan manusia termasuk kedalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai infrastruktur yang dibutuhkan manusia modern. Banyak sekali ditemukan ayat-ayat dalam Alquran yang mengandung isyarat ilmiah yang sejatinya dapat menginspirasi umat muslim untuk bersama-sama umat beragama lain turut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai piranti utama peradaban.
Ilmu-ilmu murni yang belakangan dikembangkan oleh ilmuwan Barat, disadari atau tidak, merupakan pengembangan teoretik dari isyarat ilmiah dalam Alquran. Ilmu astronomi yang dalam fisika modern disebut teori Big Bang tidak lain dari pengembangan ayat 30 surah Al Ambiya. Ilmu embriologi dalam dunia kedokteran adalah teorisasi dari isyarat ilmiah ayat 12-16 surah Al-Mukminun. Dan masih banyak lagi yang lain. Pendek kata, setiap disiplin ilmu yang sudah sangat fakultatif dalam dunia pendidikan saat ini, semuanya sudah termaktub dalam Alquran. Alquran memang bukan buku ilmu pengetahuan dengan seabrek teori ilmiah. Tetapi Alquran adalah sumber inspirasi pengembangan ilmu pengetahuan. Dahulu pada abad pertengahan, Islam pernah melahirkan para filosof Muslim sekaliber Alkindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Alkhwarizmi, Al-Ghazali. Dengan mempelajari filsafat Yunani dan menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi, mereka mampu melahirkan peradaban Islam dengan meletakkan dasar-dasar teori berbagai disiplin dan cabang ilmu pengetahuan. Ketika Islam masuk ke Spanyol dan Ibnu Rusyd menjadi jembatan pengetahuan ke dunia Barat yang saat itu masih dalam kegelapan, maka renaisans itu merupakan babak baru peradaban Barat yang tidak lain adalah berkembangnya peradaban Qurany di dunia Barat.

Syekh Hujjatul Islam Al Imam Al-Ghazali, dalam karyanya Jawahir Alquran menyebutkan bahwa ilmu pengetahuan yang telah, sedang dan akan berkembang di dunia sudah ada dalam Alquran. Sebegitu lengkapnya Alquran, sehingga ilmu pengetahuan dan sain yang kini masih tersembunyi di dalam otaknya para pemikir dan para ilmuwan, bahan dasarnya sudah tersedia dalam Alquran. Abdullah ibn Abbas seorang sahabat nabi yang terkenal sebagai ahli tafsir dari generasi sahabat, pernah menyatakan bahwa jika ia kehilangan unta tunggangan, maka ia akan mencari dan menemukannya dalam Alquran.

*Sekarang masalahnya, adakah dalam Alquran ilmu Matematika?*
Sebagaimana telah disinggung, bahwa jauh sebelum muncul peradaban Barat, Islam sudah lebih dahulu memiliki peradaban dengan sederet filsuf dan ilmuwan muslim yang sangat berjasa dalam meletakkan dasar-dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga saat ini. Adalah Muhammad bin Musa Alkhawarizmi (w. 850 M) seorang tokoh peradaban Islam yang dikenal sebagai Bapak penemu Aljabar dan Algoritma. Buku Aljabr wal Muqabalah yang terbit tahun 825 M merupakan buku yang sangat penting dalam pengembangan matematika modern yang diadopsi matematikawan Barat.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Usaha, Ikhtiar NU Peduli Kemanusiaan Cianjur bagi Penyintas Gempa

Sebagaimana juga telah disinggung bahwa peradaban Islam muncul pada abad ke-9-12 M karena filosof dan ilmuwan muslim termotivasi keimanan dan terilhami dengan Alquran yang memuat banyak ayat yang mengandung isyarat ilmiah. Keimanan tidak menjadikan mereka mati berpikir. Keimanan itulah yang justru memicu mereka untuk memikirkan segala peristiwa alam, sebagaimana diperintahkan Allah dalam banyak ayat. Dalam ayat 190 Ali Imran disebutkan bahwa yang berakal sehat (ulul albab) itu adalah orang-orang yang mengingat Allah setiap saat seraya memikirkan, mengkaji, meng-observasi dan menganalisis berbagai peristiwa alam sebagai makhluk Allah. Dari peristiwa sebab akibat (kausalitas) yang terjadi secara empirik dan berulang-ulang, maka lahirlah kesimpulan yang berupa teori ilmiah. Itulah yang dilakukan para ulul albab yang dimiliki Islam pada abad pertengahan.

*Ilmu Matematika dalam Alquran*

Ayat Teori Penjumlahan
Ayat yang mengandung isyarat ilmiah tentang teori penjumlahan adalah ayat 25 surah Alkahfi:
Mereka diam dalam goa selama 300 tahun, dan bertambah 9 tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X