Memaknai Keberkahan Ramadan - 02

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 23 Maret 2023 | 20:43 WIB
Secara umum ada 3 golongan manusia saat datangnya bulan suci Ramadhan, adakah kamu salah satu dari sana? Tema ini yang diangkat dalam kultum. (Pixabay/Endho)
Secara umum ada 3 golongan manusia saat datangnya bulan suci Ramadhan, adakah kamu salah satu dari sana? Tema ini yang diangkat dalam kultum. (Pixabay/Endho)


Oleh: Imam Shamsi Ali

Di antara keberkahan (keutamaan-keutamaan) Ramadan adalah, selain sebagai bulan muhasabah (introspeksi), juga sebagai bulan refleksi (perenungan-perenungan). Di bulan ini orang-orang beriman tertantang untuk melakukan perenungan tentang berbagai hal. Tentang dirinya, siapa, dari mana, untuk apa, dan akan kemana dalam perjalanan kesementaraan ini.

Kenyataannya memang ketika manusia terlarut dalam kehidupan rutinitasnya mereka akan kehilangan kesadaran hidup. Artinya manusia hidup tanpa kesadaran. Jadilah manusia itu bagaikan mesin berjalan yang berputar melakukan fungsi fisik/material tanpa sadar.

Ketidak sadaran dalam hidup pastunya akan berujung pada akhir yang negatif bahkan destruktif. Tidak berlebihan bahkan jika kehidupan yang yang demikian mengalami kematian. Manusia yang hidup tanpa kesadaran adalah mayat-mayat yang berjalan.

Sesungguhnya inilah hikmah kenapa Al-Quran diturunkan di bulan Ramadan. Dan lebih spesifik lagi kenapa justeru ayat pertama yang diturunkan adalah perintah membaca “Iqra’”. Karena hanya dengan kemampuan membaca akan menumbuhkan kesadaran hidup.

Baca Juga: Sarbumusi NU Nilai Permenaker 5/2023 Mendzalimi Buruh

Dan karenanya tidak mengherankan jika perintah “merenung” (thinking, pondering, reflections, dst) merupakan tema mendasar Al-Quran. Yang kesemua itu tersimpulkan dalam satu kata “IQRA”. Al-Quran hanya akan maksimal ketika disikapi dengan perenungan akal dan hati (fikir dan dzikir).

Karenanya, bulan keberkahan sebagai bulan Al-Quran ini harus mampu mengantar kita semua kepada situasi di mana kesadaran tentang hidup terbangun. Hidup yang berkesadaran itulah hidup yang bermakna (bernilai/valuable).

Ini sekaligus yang menjadikan malam diturunkannya (laelatul Qadar) menjadi malam yang bernilai tinggi (Khaer min alfi syahr). Malam yang nilainya lebih dari seribu malam karena memberikan nilai (value) pada kehidupan manusia.

Puasa menjadi dasar perenungan yang esensial. Karena dengan puasa manusia melepaskan diri dari kungkungan-kungkungan kesementaraan yang kerap menjadi hijab antara diri dan Kesadarannya. Hanua ketika manusia melepaskan diri dari belenggu dunianya akan mampu melakukan perenungan-perenungan secara sehat dan benar.

Karenanya dengan segala motivasi yang ada untuk melakukan ragam ritual yang ada di bulan Ramadan ini, harusnya juga dimaksimalkan untuk melakukan perenungan-perenungan itu. Perenungan yang tentunya bersumber samawi dengan memaksimalkan potensi “Iqra’”.

Mari rebut keberkahan (keutamaan) Ramadan dengan mengikat diri dengan Al-Quran sebagai dasar perenungan. Akal pikiran manusia boleh melanglang buana ke mana saja. Asal pijakannya tetap kepada inspirasi samawi (Al-Quran).

Baca Juga: Ibu Bupati Subang Buka Acara Kontes Juara Anak Soleh dan Sholehah

Rubah kebiasaan membatasi diri dalam berinteraksi dengan Al-Quran pada dimensi ritual semata. Membaca sambil hitung-hitungan dengan Allah. Benar, membaca satu huruf itu sepuluh pahala. Dan di bulan Ramadan dilipat gandakan. Tapi mari kita “go beyond the ritual blessings”. Menjadikan bulan keberkahan ini dengan merenungi tentang diri dan kehidupan melalui “tadabbur, ta’aqqul dan tafakkur” ayat-ayat Allah SWT.

Semoga Al-Quran jadi rahmah, pelipur lara, menjadi pembela bagi pembacanya di hari tiada pembelaan kecuali dari Allah SWT. Amin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X