Journalnusantara.com, Cianjur - Gempa Cianjur yang melanda beberapa waktu lalu, membuat banyak warga hingga saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian dan belum mendapatkan tempat tinggal yang layak seperti yang telah dijanjikan.
Hal tersebut tentu membuat warga korban gempa kesal, dan mengungkapkan kekecewaannya pada pemerintah melalui berkirim surat terbuka pada pemerintah pusat dalam hal ini kepala BNPB. Berikut isi surat terbuka dikutip dari akun media sosial Asep Toha:
Surat Terbuka untuk Kepala BNPB
HAL : Usulan Percepatan Pencairan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Korban Bencana Dengan Melakukan Perubahan Keputusan Kepala BNPB Nomor 89.A tahun 2022
Kepada Yth :
Kepala BNPB, Bapak Letjen TNI Suharyanto, di Jakarta.
Assalamualaikum wr wb.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Asep Toha, alamat Perumahan Bumi Marhamah, Blok O Nomor 9, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Mohon maaf, saya menulis surat terbuka ini, mengingat kondisi dan kapasitas saya yang sepertinya sangat sulit untuk bertemu dengan Bapak secara langsung, sehingga saya sampaikan melalui surat terbuka ini.
Semoga Bapak Kepala BNPB diberikan kesehatan, kesuksesan dalam kariernya dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan aktivitasnya.
Bapak Kepala BNPB yang saya Hormati.
Sebelum melanjutkan surat terbuka ini, izin saya sedikit sampaikan cuplikan Pidato Bapak Presiden, sebab menurut saya sangat penting yang disampaikannya pada acara Peresmian Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2023, tanggal 2 Maret 2023, yang juga transkripnya dimuat pada lamanhttps://setkab.go.id/peresmian-pembukaan-rapat-koordinasi-nasional-penanggulangan-bencana-tahun-2023-di-jakarta-international-expo-hall-b1-b2-jakarta-pusat-provinsi-dki-jakarta-2-maret-2023/.
Cuplikan pidato Bapak Presiden tersebut adalah, “Saya pernah pengalaman di NTB, di Palu, di Cianjur. Saya lihat uangnya ini ada. Kita mau menyampaikan pada masyarakat, masyarakat sudah menunggu-menunggu, ternyata ruwetnya setengah mati prosedur yang harus dilalui. Ada ini, ada ini, ada… Kenapa sih tidak dibuat paling sederhana, karena dalam posisi kebencanaan?
Kita itu kalau membuat aturan, semakin banyak aturan, semakin senang. Sederhanakan, buat yang paling simpel, sehingga uang atau bantuan itu segera bisa masuk ke masyarakat, tetapi dikontrol betul. Manajemen controlling harus dilakukan. Ini hampir terjadi di setiap bencana dan kita ulang-ulang.
Saya minta Pak Suharyanto juga Kepala BPBD di daerah, semua sederhanakan regulasinya. Pak Gub, Pak Wali, Pak Bupati, sederhanakan. Dalam posisi bencana itu kecepatan sangat diperlukan.
Jika kita cermati lebih dalam, tujuan Bapak Presiden adalah percepatan penyaluran dana stimulan sehingga masyarakat tidak menunggu lama. Sementara strateginya adalah dengan menyederhanakan prosesnya.
Artikel Terkait
Runner Up 1 Putri Hijab Jatim 2021 Ungkap Pentingnya Manajemen Waktu di Bulan Ramadhan
71 Ruas Jalan di Jabar Segera Diperbaiki
Mudahkan Layanan Haji, BJB Syariah Buka Kantor di Kemenag Cianjur
Ramadhan Tiba, Bupati Kabupaten Bandung Minta Ormas Jaga Kondusifitas
BEM PTNU Jawa Barat Gelar Rapat Koordinasi
Ramadhan Bulan Ampunan
Grand Final Miss Hijab DKI Jakarta Sukses Digelar
Sarana Kreasi Generasi Muda Papua
KPK dan TNI AL Teken Kerjasama Peresmian Rumah Tahanan
Jelang Pemilu 2024, Mahfud MD Tekankan Pentingnya Kedamaian Berbangsa