Dianggap Lambat Tangani Gempa Cianjur, Seorang Warga Kirim Surat Terbuka untuk Kepala BNPB

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 23 Maret 2023 | 11:32 WIB
Update Gempa Cianjur, BNPB: koban Meninggal Dunia 321 Orang, Hilang 11 Orang dan 315 Titik Pengungsian. (Humas BNPB)
Update Gempa Cianjur, BNPB: koban Meninggal Dunia 321 Orang, Hilang 11 Orang dan 315 Titik Pengungsian. (Humas BNPB)

Journalnusantara.com, Cianjur - Gempa Cianjur yang melanda beberapa waktu lalu, membuat banyak warga hingga saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian dan belum mendapatkan tempat tinggal yang layak seperti yang telah dijanjikan.

Hal tersebut tentu membuat warga korban gempa kesal, dan mengungkapkan kekecewaannya pada pemerintah melalui berkirim surat terbuka pada pemerintah pusat dalam hal ini kepala BNPB. Berikut isi surat terbuka dikutip dari akun media sosial Asep Toha:

Surat Terbuka untuk Kepala BNPB

HAL : Usulan Percepatan Pencairan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Korban Bencana Dengan Melakukan Perubahan Keputusan Kepala BNPB Nomor 89.A tahun 2022

Kepada Yth :
Kepala BNPB, Bapak Letjen TNI Suharyanto, di Jakarta.

Assalamualaikum wr wb.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Asep Toha, alamat Perumahan Bumi Marhamah, Blok O Nomor 9, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Mohon maaf, saya menulis surat terbuka ini, mengingat kondisi dan kapasitas saya yang sepertinya sangat sulit untuk bertemu dengan Bapak secara langsung, sehingga saya sampaikan melalui surat terbuka ini.

Semoga Bapak Kepala BNPB diberikan kesehatan, kesuksesan dalam kariernya dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan aktivitasnya.

Baca Juga: Pembangunan Masjid Jami' Miftahul Huda li Nahdlatil Ulama, Wujud Komitmen NU Peduli bagi Korban Gempa Cianjur

Bapak Kepala BNPB yang saya Hormati.
Sebelum melanjutkan surat terbuka ini, izin saya sedikit sampaikan cuplikan Pidato Bapak Presiden, sebab menurut saya sangat penting yang disampaikannya pada acara Peresmian Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2023, tanggal 2 Maret 2023, yang juga transkripnya dimuat pada lamanhttps://setkab.go.id/peresmian-pembukaan-rapat-koordinasi-nasional-penanggulangan-bencana-tahun-2023-di-jakarta-international-expo-hall-b1-b2-jakarta-pusat-provinsi-dki-jakarta-2-maret-2023/.

Cuplikan pidato Bapak Presiden tersebut adalah, “Saya pernah pengalaman di NTB, di Palu, di Cianjur. Saya lihat uangnya ini ada. Kita mau menyampaikan pada masyarakat, masyarakat sudah menunggu-menunggu, ternyata ruwetnya setengah mati prosedur yang harus dilalui. Ada ini, ada ini, ada… Kenapa sih tidak dibuat paling sederhana, karena dalam posisi kebencanaan?

Kita itu kalau membuat aturan, semakin banyak aturan, semakin senang. Sederhanakan, buat yang paling simpel, sehingga uang atau bantuan itu segera bisa masuk ke masyarakat, tetapi dikontrol betul. Manajemen controlling harus dilakukan. Ini hampir terjadi di setiap bencana dan kita ulang-ulang.

Saya minta Pak Suharyanto juga Kepala BPBD di daerah, semua sederhanakan regulasinya. Pak Gub, Pak Wali, Pak Bupati, sederhanakan. Dalam posisi bencana itu kecepatan sangat diperlukan.

Jika kita cermati lebih dalam, tujuan Bapak Presiden adalah percepatan penyaluran dana stimulan sehingga masyarakat tidak menunggu lama. Sementara strateginya adalah dengan menyederhanakan prosesnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X