Gerakan emansipasi wanita ini kemudian dibalik (twisted) seolah-olah terlahir untuk membebaskan wanita-wanita Muslimah. Sehingga seringkali gerakan atau organisasi-organisasi wanita Barat melakukan ekspansi ke dunia Islam dengan propaganda membebaskan dan mengangkat derajat kaum wanita. Padahal permasalahan mendasar dan esensial ada pada bagaimana mereka memperlakukan kaum wanitanya.
Baca Juga: Puteri Indonesia 2022 Tampil Cantik sebagai Model Runway di Jakarta Fashion Trend 2023
Wanita dalam Islam
Ada pandangan yang dikembangkan seolah wanita dalam Islam itu menjadi warga kelas dua (second class citizen). Pandangan ini tentunya sengaja dikembangkan untuk memburukkan ajaran Islam di satu sisi. Namun di sisi lain juga menjadi kritikan kepada masyarakat Islam yang jauh dari realita Islam yang sesungguhnya.
Untuk mengetahui posisi wanita dalam Islam, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu kita ketahui.
Pertama, harus disadari bahwa equalitas atau kesetaraan jender tidak pernah dimaknai dengan kesamaan (sameness). Karena realita memang dua jenis manusia ini (pria wanita) tidak sama. Al-Quran menegaskan: “dan tidaklah sama lelaki dan wanita”.
Perbedaan itu tentu selain pada sisi fisikal, juga pada sisi kecenderungan kejiwaan. Hal ini kemudian mengantar kepada terjadi perbedaan-perbedaan dalam peranan dan tanggung dalam kehidupan.
Kedua, penekanan equalitas atau kesetaraan dalam pandangan Islam ada pada nilai (value) kemanusiaan yang didasarkan kepada tabiat dan kapasitas masing-masing. Karenanya peranan dan tanggung jawab kehidupan bisa berbeda. Tapi nilai dan value dalam kehidupan bisa sejajar. Seorang pria (suami) yang punya karir hebat di kantornya dan seorang wanita (isteri) rumah tangga di rumah bisa memiliki nilai/value yang sama. Dikarenakan kedua masing-masing memainkan peranan dan tanggung jawab sesuai kapasitasnya dan untuk tujuan yang sama (kebaikan kehidupan).
Ketiga, sejarah kesetaraan jender dalam Islam kembali ke sejarah awal kehidupan manusia. Gambaran kesetaraan itu disampaikan dalam Al-Quran ketika Allah memerintahkan Adam dan isterinya untuk tinggal dalam syurga. Keduanya diberikan kesempatan yang sejajar untuk menikmati syurga. Lalu keduanya secara sejajar diberikan aturan untuk tidak mendekati pohon terlarang itu. Selanjutnya ketika keduanya melanggar aturan maka konsekwensi pelanggaran berlaku secara setara kepada keduanya. Lihat Surah 2 ayat 35-37.
Keempat, Al-Quran menegaskan bahwa lelaki dan wanita diciptakan dari sumber yang sama. Yaitu tanah (turaab). Kalaupun ada pendapat yang mengatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki, itu adalah penafsiran. Hadiths menyebut dengan dua versi. Ada penyebutan “dari” tulang rusuk. Tapi ada juga dengan sebutan “seperti” tulang rusuk.
Kelima, bahkan dalam beberapa hadits Rasulullah wanita mendapat posisi yang lebih tinggi dan tersanjung ketimbang kaum pria. Mencintai atau menghormati Ibu tiga banding satu dibanding untuk ayah. Syurga di bawah telapak kaki Ibu. Keduanya hanya contoh-contoh dari pengakuan kemuliaan wanita dalam Islam.
Keenam, dalam hal relasi suami dan isteri justeru dipandang sebagai relasi “saling melengkapi” dan saling menutupi. Itulah yang digambarkan dalam Al-Quran dengan kata-kata: “mereka adalah pakaian bagi kalian. Dan kalian adalah pakaian bagi mereka”. Lebih jauh wanita dan pria digambarkan bagaikan siang dan malam yang silih berganti untuk kelanjutan eksistensinya (Surah Al-lael).
Baca Juga: Nina Septiani Hijaber Cantik dan Stylist Ungkap Lebih Menyukai Perawatan Tradisional
Ketujuh, sejarah Islam penuh dengan tokoh-tokoh wanita yang menentukan. Siapa yang tidak kenal Khadijah sebagai isteri dan orang pertama yang mengimani Rasulullah SAW? Sumayyah wanita dan Muslim yang pertama gugur di jalan Dakwah. Lalu siapa yang tidak mengenal Aisyah dengan intelektulitasnya yang tinggi? Bahkan Universitas termasyhur dunia Islam, Al-Azhar, juga didirikan oleh Pemimpin wanita kala itu.
Akhirnya selamat Hari Wanita. Sukses konferensi wanita dunia. Semoga semua sadar bahwa Islam hadir tidak saja memberikan kebebasan dan kesetaraan kepada wanita. Tapi sejatinya Islam hadir sebagai salvation (penyelamatan) bagi kaum Hawa..
Artikel Terkait
Juni Safitri, Puteri Indonesia DKI Jakarta 4 2023 Gaungkan Advokasi 'We Beside You'
Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan, Apakah Ada Bacaan Khusus ?
Pembangunan Masjid Jami' Miftahul Huda li Nahdlatil Ulama, Wujud Komitmen NU Peduli bagi Korban Gempa Cianjur
Polres Kampar Tangkap 2 Pelaku Kasus Narkoba
Bea Cukai Malang Amankan Ratusan Ribu Rokok Tanpa Pita Cukai
Perkuat Wilayah Teritorial, Kementerian Pertahanan Berikan Motor dan Alat Komunikasi bagi Babinsa
Jelang Ramadhan, Menteri Pertanian Pastikan Stok Bawang Merah dan Cabai Aman
Menteri PPPA Gaungkan Desa Ramah Perempuan dan Anak
Kota Sukabumi Diganjar 2 Penghargaan Sekaligus
Dekatkan Pelayanan, Warga Kota Bogor Bisa Urus Dokumen Kependudukan dalam Program Disdukcapil Family Fest