Islam itu Penyelamat Kaum Hawa

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 12 Maret 2023 | 07:58 WIB
Perjalanan Hidup Ayana Moon yang telah 11 tahun masuk Islam  (instagram.com/xolovelyayana)
Perjalanan Hidup Ayana Moon yang telah 11 tahun masuk Islam (instagram.com/xolovelyayana)

Gerakan emansipasi wanita ini kemudian dibalik (twisted) seolah-olah terlahir untuk membebaskan wanita-wanita Muslimah. Sehingga seringkali gerakan atau organisasi-organisasi wanita Barat melakukan ekspansi ke dunia Islam dengan propaganda membebaskan dan mengangkat derajat kaum wanita. Padahal permasalahan mendasar dan esensial ada pada bagaimana mereka memperlakukan kaum wanitanya.

Baca Juga: Puteri Indonesia 2022 Tampil Cantik sebagai Model Runway di Jakarta Fashion Trend 2023

Wanita dalam Islam

Ada pandangan yang dikembangkan seolah wanita dalam Islam itu menjadi warga kelas dua (second class citizen). Pandangan ini tentunya sengaja dikembangkan untuk memburukkan ajaran Islam di satu sisi. Namun di sisi lain juga menjadi kritikan kepada masyarakat Islam yang jauh dari realita Islam yang sesungguhnya.

Untuk mengetahui posisi wanita dalam Islam, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu kita ketahui.

Pertama, harus disadari bahwa equalitas atau kesetaraan jender tidak pernah dimaknai dengan kesamaan (sameness). Karena realita memang dua jenis manusia ini (pria wanita) tidak sama. Al-Quran menegaskan: “dan tidaklah sama lelaki dan wanita”.

Perbedaan itu tentu selain pada sisi fisikal, juga pada sisi kecenderungan kejiwaan. Hal ini kemudian mengantar kepada terjadi perbedaan-perbedaan dalam peranan dan tanggung dalam kehidupan.

Kedua, penekanan equalitas atau kesetaraan dalam pandangan Islam ada pada nilai (value) kemanusiaan yang didasarkan kepada tabiat dan kapasitas masing-masing. Karenanya peranan dan tanggung jawab kehidupan bisa berbeda. Tapi nilai dan value dalam kehidupan bisa sejajar. Seorang pria (suami) yang punya karir hebat di kantornya dan seorang wanita (isteri) rumah tangga di rumah bisa memiliki nilai/value yang sama. Dikarenakan kedua masing-masing memainkan peranan dan tanggung jawab sesuai kapasitasnya dan untuk tujuan yang sama (kebaikan kehidupan).

Ketiga, sejarah kesetaraan jender dalam Islam kembali ke sejarah awal kehidupan manusia. Gambaran kesetaraan itu disampaikan dalam Al-Quran ketika Allah memerintahkan Adam dan isterinya untuk tinggal dalam syurga. Keduanya diberikan kesempatan yang sejajar untuk menikmati syurga. Lalu keduanya secara sejajar diberikan aturan untuk tidak mendekati pohon terlarang itu. Selanjutnya ketika keduanya melanggar aturan maka konsekwensi pelanggaran berlaku secara setara kepada keduanya. Lihat Surah 2 ayat 35-37.

Keempat, Al-Quran menegaskan bahwa lelaki dan wanita diciptakan dari sumber yang sama. Yaitu tanah (turaab). Kalaupun ada pendapat yang mengatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki, itu adalah penafsiran. Hadiths menyebut dengan dua versi. Ada penyebutan “dari” tulang rusuk. Tapi ada juga dengan sebutan “seperti” tulang rusuk.

Kelima, bahkan dalam beberapa hadits Rasulullah wanita mendapat posisi yang lebih tinggi dan tersanjung ketimbang kaum pria. Mencintai atau menghormati Ibu tiga banding satu dibanding untuk ayah. Syurga di bawah telapak kaki Ibu. Keduanya hanya contoh-contoh dari pengakuan kemuliaan wanita dalam Islam.

Keenam, dalam hal relasi suami dan isteri justeru dipandang sebagai relasi “saling melengkapi” dan saling menutupi. Itulah yang digambarkan dalam Al-Quran dengan kata-kata: “mereka adalah pakaian bagi kalian. Dan kalian adalah pakaian bagi mereka”. Lebih jauh wanita dan pria digambarkan bagaikan siang dan malam yang silih berganti untuk kelanjutan eksistensinya (Surah Al-lael).

Baca Juga: Nina Septiani Hijaber Cantik dan Stylist Ungkap Lebih Menyukai Perawatan Tradisional

Ketujuh, sejarah Islam penuh dengan tokoh-tokoh wanita yang menentukan. Siapa yang tidak kenal Khadijah sebagai isteri dan orang pertama yang mengimani Rasulullah SAW? Sumayyah wanita dan Muslim yang pertama gugur di jalan Dakwah. Lalu siapa yang tidak mengenal Aisyah dengan intelektulitasnya yang tinggi? Bahkan Universitas termasyhur dunia Islam, Al-Azhar, juga didirikan oleh Pemimpin wanita kala itu.

Akhirnya selamat Hari Wanita. Sukses konferensi wanita dunia. Semoga semua sadar bahwa Islam hadir tidak saja memberikan kebebasan dan kesetaraan kepada wanita. Tapi sejatinya Islam hadir sebagai salvation (penyelamatan) bagi kaum Hawa..

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X