Arah pendidikan harus lebih berakar pada persoalan keindonesiaan. Keberhasilan tidak diukur dari mobilitas global semata, tetapi dari kemampuan ilmu pengetahuan menjawab tantangan nyata: kemiskinan, ketimpangan, lingkungan, pangan, energi, dan industrialisasi.
Dengan demikian, pendidikan, inovasi, dan ekonomi dapat kembali menyatu sebagai satu ekosistem. Hanya dengan cara itu Indonesia dapat kembali ke rel yang benar: membangun manusia terdidik yang dapat bekerja sama secara damai dan berintegritas, melahirkan inovasi, mengembangkan kewirausahaan, dan mentransformasikan gagasan menjadi produksi bernilai tambah. Itulah jalan keunggulan, keadaban, dan kemakmuran hidup bersama.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)
Satgas MBG Cianjur Evaluasi Kendala Teknis dan Pengawasan Keamanan Pangan Dapur SPPG
Alun-alun Cibeber Memanas, Pedagang Resmi Gugat Pemdes Cihaur ke Pengadilan Negeri Cianjur
Pasar Murah Pertanian Cianjur Digelar Hari Ini, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idul Adha
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, DPD Tani Merdeka Indonesia Cianjur Dukung Terwujudnya Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945
Ketua YLBHC Minta Semua Pihak Jaga Status Quo dan Stop Pengosongan Kios Pedagang Cibeber Cianjur
Refleksi Hari Kebangkitan Nasional Antara Astacita dan Reproduksi Masalah
Menenun Kebangkitan Adab
Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)
ASIKOPTI Gandeng Beijing Jiaotong University, Buka Peluang Pertukaran Mahasiswa hingga Publikasi Internasional