Takbiran

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:47 WIB
Foto ilustrasi Sejarah dan makna tradisi takbiran di Indonesia (Desain AI )
Foto ilustrasi Sejarah dan makna tradisi takbiran di Indonesia (Desain AI )

JOURNALNUSANTARA.COM - Gema takbir merupakan tradisi religius yang sangat kental di tengah masyarakat Indonesia menjelang perayaan Idulfitri atau Iduladha. Kalimat "Allahu Akbar" yang berkumandang bersahutan di masjid-masjid menandakan berakhirnya masa ibadah puasa dan datangnya hari kemenangan.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan bentuk ekspresi rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. Takbiran menjadi simbol pengagungan asma Allah sekaligus pengakuan atas kelemahan diri manusia di hadapan kekuasaan-Nya yang tak terbatas.

Di berbagai daerah, takbiran sering kali dirayakan dengan cara yang sangat meriah dan penuh kearifan lokal. Mulai dari pawai obor keliling kampung, arak-arakan beduk, hingga festival kendaraan hias yang memadati jalanan kota dengan cahaya dan bunyi-bunyian yang harmonis.

Suasana malam takbiran selalu menghadirkan rasa haru dan kebersamaan yang kuat antar warga. Jarak sosial seolah menipis saat semua orang berkumpul untuk merayakan kegembiraan yang sama, mempererat tali silaturahmi sebelum pelaksanaan salat Id keesokan harinya.

Pemerintah dan tokoh agama senantiasa mengimbau agar perayaan takbiran dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Fokus utamanya tetap pada aspek spiritualitas, yakni menjaga kekhusyukan dan kesucian momen pergantian bulan di kalender Hijriah.

Takbiran adalah pengingat bahwa perjuangan melawan hawa nafsu selama sebulan penuh telah usai. Dengan melantunkan takbir, umat Muslim diharapkan kembali kepada fitrahnya dengan hati yang bersih, penuh kedamaian, dan semangat untuk saling memaafkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X